Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Sejak Perang Pecah dengan Hamas, 40 Ribu Perusahaan di Israel Gulung Tikar

JUMAT, 12 JULI 2024 | 15:16 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Sekitar 40.000 perusahaan di Israel dilaporkan telah gulung tikar akibat serangan kelompok militan Palestina, Hamas, terhadap Tel Aviv. 

Seperti dikutip dari Middle East Monitor, Jumat (12/7), jumlah tersebut diprediksi akan meningkat menjadi 60.000 perusahaan yang tutup pada akhir tahun ini.

“Ini adalah angka yang sangat tinggi yang mencakup banyak sektor," kata CEO perusahaan informasi bisnis CofaceBDI, Yoel Amir.


Data dari CofaceBDI menunjukkan bahwa 77 persen dari perusahaan yang tutup adalah usaha kecil dan menengah, serta perusahaan di sektor konstruksi dan industri terkait seperti keramik, AC, aluminium, dan bahan bangunan. 

Selain itu, usaha lainnya di bidang fesyen, furnitur, peralatan rumah tangga, serta sektor jasa seperti kafe, pariwisata, hiburan, dan transportasi juga tercatat ikut terdampak.

Sektor pariwisata Israel pun disebut menjadi salah satu yang paling terpukul, dengan hampir tidak ada wisatawan asing yang datang ke Israel karena konflik yang masih berlangsung. 

"Kerusakan di zona perang lebih serius, namun kerugian terhadap dunia usaha terjadi di seluruh negeri, dan hampir tidak ada sektor yang tidak terdampak," kata Amir.

Kerugian akibat perang ini diperkirakan sangat besar dan mempengaruhi seluruh aspek perekonomian Israel. 

Sejak perang pecah pada tahun lalu, aktivitas korporasi di berbagai sektor pun diketahui memang menurun tajam, dengan penjualan yang merosot. 

"Pada akhirnya, ketika perusahaan-perusahaan menutup usahanya dan tidak memiliki kemampuan untuk membayar utangnya, maka akan timbul juga kerusakan kecil pada pelanggan, pemasok dan perusahaan yang menjadi bagian dari sistem kerjanya," tuturnya.

Kondisi ini menjadi tantangan besar yang diahadapi Israel di tengah kurangnya tenaga kerja, penurunan penjualan, tingkat suku bunga dan biaya hidup yang tinggi, kekurangan bahan mentah, serta masyarakat yang tidak dapat mengakses lahan pertanian di zona perang. Hal ini diperkirakan akan membuat lebih banyak usaha bangkrut tahun ini.

"Kami memperkirakan pada akhir tahun 2024, sekitar 60.000 perusahaan akan tutup di Israel. Sebagai perbandingan, pada tahun 2020 saat krisis Covid-19, sekitar 74.000 perusahaan bangkrut," pungkas Amir.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Hadiri Penutupan Muktamar NU, Prabowo Dikalungi Sorban

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:17

Muktamar ke-35 NU: LAZISNU Bagikan Santunan Yatim dan Kacamata Gratis untuk Guru Ngaji

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:13

Tim Formatur PBNU Diberi Waktu Sebulan Susun Kepengurusan

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:07

Rupiah Lesu ke Rp17.754 per Dolar AS di Awal Pekan, Pasar Wait and See

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:57

Harga Emas Dunia Stabil Usai Anjlok Akibat Sinyal Suku Bunga The Fed

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:43

IHSG Pagi Tertekan, Tiga Saham Malah Melompat

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:28

Muslim Arbi Soroti Amandemen UUD 1945 dan Maraknya Politik Dinasti

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:14

Emas Antam Mandek di Rp2,6 Juta per Gram

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:56

Kapolri Mutasi Sejumlah Pejabat Strategis, Dua Kapolda Berganti

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:53

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih dari 3 Persen

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:38

Selengkapnya