Berita

Huawei/Net

Tekno

Alasan Keamanan Nasional, Jerman akan Tendang Huawei dan ZTE

JUMAT, 12 JULI 2024 | 11:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Jerman bersama penyedia telekomunikasi akhirnya sepakat untuk mengecualikan perusahaan-perusahaan China seperti Huawei atau ZTE dari produk jaringan 5G nasional mulai tahun 2029.

Keputusan tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri Jerman Nancy Faeser kepada wartawan di Berlin, Kamis (11/7) waktu setempat.

"Kami kini telah mencapai kesepakatan yang jelas dan ketat dengan perusahaan telekomunikasi," kata Faeser, memuji kesepakatan itu sebagai perlindungan penting bagi keamanan digital negaranya, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (12/7).


Kesepakatan ini merupakan hasil pembicaraan antara Kementerian Dalam Negeri dan Deutsche Telekom, Vodafone dan Telefonica Deutschland, dan bertujuan untuk melindungi infrastruktur penting Jerman dari China, yang pengaruhnya dipandang sebagai risiko keamanan potensial.

Faeser mengatakan Berlin telah memberi tahu Beijing tentang perjanjian tersebut dan dia tidak berharap adanya pembalasan atas pembatasan yang direncanakan terhadap teknologi China.

Namun, Kedutaan Besar Tiongkok di Jerman mengatakan jika Huawei dibatasi atau dikecualikan, hal itu pasti akan akan ada konsekuensinya, seraya menyebut rencana Berlin sebagai "upaya kejam" untuk menekan persaingan dan mempromosikan teknologinya sendiri.

"Dugaan adanya risiko terhadap keamanan jaringan hanya berfungsi sebagai dalih. Faktanya: belum ada negara yang memberikan bukti konklusif sejauh mana peralatan Huawei menimbulkan risiko keamanan," kata kedutaan pada Kamis sebagai tanggapan tentang rencana tersebut.

Penghapusan bertahap tersebut akan dilakukan secara bertahap, dan akan dimulai dengan menghapus teknologi buatan China dari jaringan inti pusat data 5G Jerman pada tahun 2026.

Pada tahap kedua, pembuat komponen Tiongkok seperti antena, saluran transmisi, dan menara akan dihilangkan seluruhnya pada tahun 2029.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Sekjen MPR akan Evaluasi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:17

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:12

40 Ormas Tolak Berkas Kasus Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Senin, 11 Mei 2026 | 18:10

Bos PSI Jatim Bagus Panuntun "Puasa Bicara" Setelah 10 Jam Digarap KPK

Senin, 11 Mei 2026 | 18:09

MPR Minta Maaf soal Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bikin Gaduh

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

PTC Bukukan Laba Rp152,9 Miliar di Tengah Fluktuasi Industri

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

Warga Sitaro Minta Proses Hukum Bupati Chyntia Kalangin Berjalan Adil

Senin, 11 Mei 2026 | 17:42

Bus Terguling di Tol Sergai, Empat Penumpang Tewas

Senin, 11 Mei 2026 | 17:33

Keberanian Siswi Koreksi Juri LCC Patut Diapresiasi

Senin, 11 Mei 2026 | 17:17

Bank Mandiri Pertegas Komitmen Akselerasi UMKM Naik Kelas di Ajang Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:14

Selengkapnya