Berita

Pertemuan Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri dengan Imam Besar Al Azhar Prof Dr. Ahmed El-Tayeb, di Jakarta, Kamis (11/7)/Ist.

Global

Imam Besar Al Azhar Apresiasi Sikap Megawati yang Dukung Kemerdekaan Palestina

KAMIS, 11 JULI 2024 | 22:36 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri berbincang hangat dan akrab Imam Besar Al Azhar Prof Dr. Ahmed El-Tayeb, di Jakarta, Kamis (11/7).

Dalam kesempatan itu, Megawati menyinggung soal kerusakan moral akibat ulah manusia itu sendiri. Ia mengatakan, meskipun kemajuan teknologi telah mendominasi manusia bahkan sejumlah pekerjaan telah digantikan oleh robot. Namun, peran manusia tetap akan dibutuhkan.

Megawati memberikan ilustrasi bahwa robot kalau rusak tidak bisa membetulkan dirinya sendiri karena itu tetap membutuh manusia.


"Apapun juga manusia makhluk yang paling prima karena diberi akal dan nurani oleh Sang Maha Pencipta," ujarnya.

"Percepatan teknologi menyebabkan rasa kehidupan manusia berubah drastis. Anak-anak sekarang tidak bermain dan akrab dengan alam dan bertanya bagaimana misalnya tumbuh-timbuhan diciptakan atau dari mana asalnya," sambung Megawati.

Dalam pertemuan tersebut, Megawati dan Grand Syaikh juga membahas isu pemanasan global atau global warming. Turut mendampingi Megawati, Ulama Indonesia KH Quraish Shihab hingga Dewan Penasihat Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) PDIP Ahmad Basarah, hingga Tuan Guru Bajang Zainul Majdi.

Menurut Megawati, kerusakan iklim di Kutub Utara dan Kutub Selatan seperti bongkahan es yang mencair akan jadi masalah serius bagi dunia.

Imam Besar mengatakan semua yang disampaikan Megawati mengenai perdamaian dunia dan penyelamatan lingkungan dan bagaimana etika hidup manusia dalam menghadapi perkembangan teknologi dan perkembangan dunia patut untuk bersama direnungkan.

Pasalnya, saat ini banyak pemimpin dunia  tidak mau tahu akan pentingnya menjaga perdamaian dunia dan kerusakan lingkungan.

Megawati mencontohkan Presiden pertama RI Soekarno dan Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser merupakan pemimpin yang berkelas dunia yang bisa memberi pengaruh besar terhadap peradaban dunia.

Imam Besar berterima kasih atas sikap teguh Indonesia dan khususnya Megawati yang selalu membela hak asasi kemerdekaan bangsa Palestina.

"Saya mengapresiasi sikap Ibu Megawati selama ini yang kokoh mendukung kemerdekaan Palestina. PBB harus terus beri perhatian terhadap Palestina meski PBB tidak bisa lepas dari tekanan negara negara tertentu," kata El Tayeb.

Ajakan Megawati kepada Imam Besar Al Azhar itu untuk menggalang tokoh-tokoh dunia bertemu dan membahas isu perdamaian dunia dan persaudaraan umat manusia serta menjaga lingkungan hidup disambut baik oleh El Tayeb.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya