Berita

Anwar Hudijono/Ist

Publika

Meritokrasi Membuahkan Spanyol yang Hebat

OLEH: ANWAR HUDIJONO*
KAMIS, 11 JULI 2024 | 16:44 WIB

TAK ada yang tak mengakui betapa hebatnya tim nasional sepak bola Spanyol. Mereka tampil di final Euro 2024. Prediksi saya, Tim Matador itu akan menjungkalkan Inggris, mengulang sukses di Euro 2012, meraih juara dengan menumbangkan Italia 4-0.

Rekam jejaknya di Euro 2024 juga sangat moncer. Tak pernah kalah sejak babak penyisihan. Di setiap pertandingan selalu menyuguhkan permainan atraktif yang mengundang decak kagum penonton. Spanyol telah mengubah lapangan hijau menjadi panggung teater dengan drama kolosal.

Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, seolah menjelma sebagai koreografer yang piawai. Sedang Lamine Yamal dan kawan-kawan adalah aktor-aktor yang penuh daya pesona. Sepak bola ditampilkan sebagai pentas seni yang agung.


Sukses Timnas Spanyol merupakan buah sistem meritokrasi negara itu dan keberanian melakukan perubahan. Meritokrasi adalah sistem yang memberi kesempatan seseorang untuk berkembang sampai puncak keunggulannya, berdasar kemampuan dan prestasinya. Bukan nepotisme, dinastiisme, dan emosional primordialisme seperti suku, daerah, ras.

Sistem meritokrasi negara itu juga diterapkan dalam sepak bola. Mulai pemilihan pelatih, ofisial, sampai pemain, semua didasarkan track record yang panjang. Setiap proses melibatkan publik. Sehingga cela sedikit saja bisa diketahui publik.

Dalam pemilihan pemain misalnya, rekam jejak terdata secara ilmiah, lengkap dan panjang. Sehingga tidak bisa seseorang membuat branding di media, baik Medsos maupun media mainstream. Seleksi dilakukan transparan, objektif, jujur dan ilmiah. Raja pun tidak cawe-cawe. Tidak ada jalur Ordal alias orang dalam. Apalagi sampai menjungkirbalikkan aturan main.

Dengan calon pemain hasil proses meritokrasi, mudah bagi Luis de la Fuente meracik skuadnya sesuai konsep “Spanyol Baru”. Konsep itu merupakan eformasi dari sistem taka tiki yang sudah berumur lebih 10 tahun.

Luis mengakui, taka tiki adalah sistem yang hebat untuk zamannya. Terbukti membawa Spanyol juara dunia 2010, juara Eropa 2008 dan 2012. Tapi setiap era berubah.

Pemain yang cocok untuk taka tiki, seperti David Villa, Puyol, Fabregas, Iniesta, sudah pensiun atau udzur. Sedang pemain yang di tangannya belum tentu cocok untuk taka tiki.

Meninggalkan taka tiki butuh keberanian dan pembuktian. Sebab bagi publik Spanyol taka tiki itu sudah menjadi ideologi. Sebagai reformis, Luis jalan terus. Semua akhirnya sekarang mengakui kesahihan perubahan yang dia lakukan.
 
Kita bisa belajar dari sini, jika mau.

*Wartawan senior, tinggal di Sidoarjo.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR Khawatir Pekerjaan Debt Collector jadi Ilegal, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:43

Keripik Pisang Lokal Besutan Rumah BUMN BRI Tembus Malaysia dan Hong Kong

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:19

Menlu China Mesra dengan Luhut, Sejumlah Tawaran Kerja Sama Mengalir

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:54

Program Gerakan “Warga Peduli Warga” Jaringan Aktivis 98 Berlanjut di Lampung

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:28

Sejumlah Elemen Mahasiswa Ogah Ikut Demo AMPB 27 Agustus, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:10

Ribuan Warga Meriahkan Panggung Rakyat Merdeka PANsar Murah di Kendal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:50

BRI Raih Tiga Penghargaan Bergengsi Alpha Southeast Asia 2026

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:28

DPR Tekankan Penguatan Pengendalian Lingkungan untuk Hentikan Karhutla

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:58

YLBHI Dorong Bareskrim Usut Perwira Diduga Terlibat Penipuan Investasi Tambang Emas

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:14

Pikat Pembeli dari Singapura hingga Belanda, Produk UMKM Asal Sumut Berdaya Bersama BRI

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:55

Selengkapnya