Berita

Baznas RI menerima infak kemanusiaan untuk Palestina dari masyarakat Jawa Barat/Ist

Nusantara

Masyarakat Jabar Infak Kemanusiaan Palestina Rp30 M

KAMIS, 11 JULI 2024 | 05:54 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menerima infak kemanusiaan untuk Palestina dari masyarakat Jawa Barat (Jabar) sebesar Rp30.921.335.995.

Infak kemanusiaan Pestina tersebut secara simbolis diserahkan oleh Baznas Jawa Barat kepada Baznas RI dalam acara Baznas Jabar Awards di Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (10/7).

"Ini adalah bukti bahwa kepedulian masyarakat Jabar terhadap kemanusiaan sangatlah besar, khususnya untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina karena sampai saat ini Palestina masih sangat membutuhkan bantuan kita," kata Ketua Baznas RI Prof. Noor Achmad.


Noor menyatakan, bantuan yang telah diterima Baznas nantinya akan disalurkan secara bertahap dan dengan pengawasan yang ketat untuk memastikan akuntabilitas dan transparansi.

Lebih lanjut, Noor mengatakan, pada proses penyaluran bantuan infak kemanusiaan untuk Palestina ini, Baznas melibatkan kerja sama dan koordinasi yang ketat antara Baznas Provinsi Jawa Barat, Baznas RI, dan mitra yang terdapat di Palestina.

"Dengan jaringan yang luas dan pengalaman dalam penyaluran bantuan kemanusiaan di berbagai wilayah konflik, memastikan bahwa bantuan yang diterima Baznas ini dapat sampai ke tangan yang benar-benar membutuhkan," kata Noor.

Menurut Kiai Noor, bantuan ini tidak hanya menghadirkan manfaat untuk masyarakat Palestina yang terdampak dari krisis kemanusiaan, tetapi juga memperkuat hubungan persaudaraan antara Indonesia dan Palestina.

"Kepedulian dan solidaritas yang ditunjukkan oleh masyarakat Indonesia melalui Baznas diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat internasional untuk terus mendukung upaya kemanusiaan di berbagai belahan dunia," kata Noor.






Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya