Berita

Ketua Umum Lisan, Hendarsam Marantoko/Ist

Politik

Lisan: Narasi Gurubesar Abal-abal Provokatif

RABU, 10 JULI 2024 | 18:18 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Narasi 'gurubesar abal-abal' yang belakangan ramai usai dimuat Tempo menuai beragam reaksi karena dianggap provokatif.

Salah satunya disampaikan komunitas advokat Lingkar Nusantara (Lisan) yang menilai narasi tersebut tidak hanya provokatif, melainkan juga pelecehan.

"Bak memancing reaksi dan memanfaatkan momen, istilahnya zaman sekarang 'pansos' (panjat sosial). Namun narasi 'guru besar abal-abal' ini bentuk pelecehan dan provokatif," kata Ketua Umum Lisan, Hendarsam Marantoko, Rabu (10/7).


Hendarsam lantas mengutip klarifikasi kampus yang turut disebut laporan tersebut. Salah satunya Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang akan membentuk tim pencari fakta guna mengusut kasus tersebut.

Hendarsam juga mempertanyakan laporan artikel tersebut yang hanya menyoroti jurnal pengukuhan guru besar Sufmi Dasco Ahmad yang sempat ditolak Dikti. Sementara jurnal lain tidak diberi porsi yang sama.

"Beberapa jurnal yang disetujui tidak dikutip dan disinggung. Ini mengindikasikan adanya unsur kesengajaan untuk membuat kegaduhan dengan melemparkan fitnah dan kebohongan," kritiknya.

Selain itu, Hendarsam juga menyinggung masuknya nama Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo dalam narasi 'guru besar abal-abal'. Padahal Bamsoet, sapaannya, baru mau  diusulkan sebagai guru besar oleh Universitas Borobudur.

"Posisi Bambang Soesatyo belum menjadi guru besar, tetapi direndahkan dengan narasi guru besar abal-abal. Ini ngaco bin ngawur. Orang belum jadi guru besar kok disebut guru besar abal-abal," tegasnya.

Oleh karenanya, Hendarsam berharap insan pers tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik dan pedoman pemberitaan yang ada dalam menyajikan informasi kepada publik.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya