Berita

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pertamina International Shipping Asia Pacific (PIS AP) dengan Singapore Maritime Foundation (SMF)/Ist

Bisnis

PIS AP Gandeng SMF Siapkan Talenta Maritim untuk Kebutuhan Industri

RABU, 10 JULI 2024 | 16:41 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pertamina International Shipping Asia Pacific (PIS AP) meneken nota kesepahaman (MoU) berisi kerja sama dengan Singapore Maritime Foundation (SMF), lembaga pengembangan dan promosi industri maritim Singapura.

Kerja sama ini merupakan upaya PIS sebagai talent hub yang menghubungkan talenta maritim yang teruji dan terlatih sesuai kebutuhan industri di Indonesia hingga global.

Dalam nota kesepakatan ini, PIS AP berkomitmen menghubungkan para calon pelaut agar lebih dekat dengan industri. Wujud kontribusi PIS dalam kerja sama ini di antaranya seperti dukungan terhadap program beasiswa, magang, hingga kompetisi.


Di sisi lain, SMF akan berperan mendukung dari aspek kesekretariatan dan memasarkan program ke talent pool.

Managing Director PIS AP Muhamad Resa menandatangani nota kesepakatan ini di kantor PIS AP di Singapura pada Kamis (5/7) lalu.

"PIS AP bangga dapat berkolaborasi dengan SMF dalam mewujudkan komitmen kami menciptakan talent pool yang dibutuhkan industri dan membantu PIS dalam mempersiapkan talenta maritim berskala global," kata Resa dalam keterangannya yang diterima redaksi, Rabu (10/7).

SMF, yang merupakan lembaga penghubung antara sektor publik dan swasta Singapura, mengkurasi dan memelopori sejumlah program pengembangan SDM di bawah payung MaritimeONE. Kolaborasi dengan PIS ini diharapkan dapat memperdalam pengembangan SDM maritim yang dibutuhkan oleh industri.

Chairman SMF Hor Weng Yew yang turut hadir untuk meneken kerja sama ini menyampaikan apresiasinya kepada PIS AP.

“Saya menyambut hangat PIS AP sebagai mitra dalam misi bersama membangun SDM yang berkualitas di industri maritim, khususnya dalam mempersiapkan tenaga kerja untuk menghadapi transformasi yang berjalan," ungkap dia.

CEO PIS Yoki Firnandi yang turut hadir menyaksikan mengatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah penting bagi PIS dalam menunjukkan kapasitasnya sebagai pemain global di industri maritim, khususnya dalam hal talent hub maritim.

“Pengembangan SDM yang mumpuni untuk memenuhi kebutuhan industri merupakan salah satu prioritas perusahaan. Komitmen ini sejalan dengan tujuan perusahaan sebagai integrated marine and logistic company terbesar di negara kepulauan terbesar di dunia,” jelas Yoki.

PIS Group sendiri saat ini mengelola sebanyak 5.300 pelaut, baik langsung maupun tidak langsung. Tak hanya dari aspek kuantitas, PIS juga senantiasa mendukung kesejahteraan pelaut dengan tercapainya zero fatality kru kapal serta 40,5 juta jam kerja aman.

Pencapaipan tersebut merupakan buah transformasi perusahaan dan ekspansi bisnis yang terus dilakukan tanpa mengurangi sedikit pun aspek kesejahteraan para pelaut.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Wajib Halal Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Literasi Konsumen Jadi Tantangan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19

BBCA Pimpin Transaksi Saham, Nilainya Tembus Rp353 Miliar saat IHSG Menguat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:06

Tiru LPDP, Pemprov DKI Siapkan Beasiswa Luar Negeri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:01

SBY Bercanda soal Batuk Prabowo dan Nasib Rupiah

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:54

CUAN Ramai Diperdagangkan, Nilai Transaksi Tembus Rp196 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:47

Ketika Pelaku Tidak Ditemukan, Bagaimana Nasib Barang Bukti yang Disita?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:42

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI-Tiongkok-Thailand

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:41

Saat Karhutla Membara, Mereka Malah Korupsi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:25

56 Tahun INACA dan Misi Historis Penerbangan Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

BNPB: Penanggulangan Bencana Tak Terpengaruh OTT KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

Selengkapnya