Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Berkat Hilirisasi Industri Logam RI Makin Berkilau

RABU, 10 JULI 2024 | 15:58 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kinerja industri logam tumbuh lebih kencang dibandingkan sektor-sektor lain. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengklaim, hilirisasi telah membawa dampak positif terhadap pertumbuhan industri logam dasar.

Ia memaparkan, pada kuartal pertama 2023 sampai 2024 tumbuh 11-18 persen.

"Ini yang jauh di atas pertumbuhan sektor lain, dan peningkatan ekspor logam dari 8,74 persen menjadi 16,74 persen. Tentu capaian ini tidak lepas dari hilirisasi," ujar Airlangga di Jakarta, Rabu (10/7).


Airlangga juga menjabarkan, kemajuan dari sibling konstruksi baja yang merupakan bagian dari industri logam nasional sudah diakui dunia. Seperti yang diproduksi di Batam saat ini telah tembus pasar Amerika serikat.

"Ada teman-teman sibling kita di Batam, konstruksi ini juga boleh disebut Indonesia. Ini berhasil mengekspor 130 wind turbine ke New York, Amerika Serikat. Itu the first wind turbine yang akan dipasang di utaranya Long Island 15 sampai 20 mil, dengan kapasitas yang direncanakan sebesar sekitar 2,1 gigawatt," papar Airlangga.

"Jadi ini sebuah terobosan juga dipasangnya di laut dan buatan fabrikasi Indonesia di Batam. Jadi keluarga ini dirangkul juga karena di sini namanya society dan society itu masyarakat. Masyarakat harus dirangkul semua," katanya.

Airlangga juga menyampaikan, ekspor dalam bentuk steel structure dilakukan ke Sydney, Australia, ataupun ke Selandia Baru.

"Ini terobosan-terobosan yang luar biasa dan saya melihat bahwa baja kita sudah kuat dan baja kita sudah ditakuti oleh berbagai negara di dunia," kata Airlangga.
"Dan dengan Krakatau Steel dan POSCO tentu ada peta jalan meningkatkan dari 10 juta ton kita ke targetnya 20 juta ton. Kemudian konsumsi, karena konsumsinya diperkirakan akan meningkat menjadi sekitar 18 juta sampai dengan 19 juta ton. Dan biasanya produksi harus mendahului demand, karena kalau tidak mendahului demand akan diisi oleh barang yang ditakuti yaitu impor," tuutpnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

BKSAP DPR Dukung Menlu Arrmanatha Perkuat Diplomasi Bebas Aktif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:26

Korea Utara Uji Coba Rudal Berteknologi AI, Terbang Sejauh 1.000 Km

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:10

Kuota Internet Kok Masih Hangus? Ini Penjelasan Komdigi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:01

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal di Tengah Belanja Negara Rp4.106 Triliun

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:53

RUU Migas Ditargetkan Rampung 22 Oktober, DPR Ingatkan Pembahasan Harus Cermat

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:13

Kemenko PM Dorong Kolaborasi Dunia Usaha untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09

Rangkap Jabatan Bahlil Harus Dimaksimalkan untuk Selaraskan Kebijakan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05

KPK Ungkap Ada Setoran dari Kantah ke Tingkat Pusat ATR/BPN

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:36

Sequis Life Digugat Rp1,27 Miliar ke PN Jakarta Selatan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:28

AS Usir Dua Delegasi Iran Setelah Sidang Umum PBB

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:17

Selengkapnya