Berita

Yulia Navalnaya/Net

Dunia

Rusia Perintahkan Penangkapan Istri Mendiang Navalny

RABU, 10 JULI 2024 | 09:47 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Surat perintah penangkapan dikeluarkan untuk istri mendiang oposisi Rusia Alexei Navalny, yakni Yulia Navalnaya.

Pengadilan Moskow pada Selasa (9/7), mendakwa Navalnaya yang sedang berada di pengasingan secara in absensia. Dia diduga berkomplot dengan kelompok ekstremis Rusia.

Dengan surat perintah tersebut, Navalnaya akan langsung ditangkap saat tiba di Rusia.


Navalnaya menjadi sorotan setelah kematian suaminya, Navalny di penjara Arktik pada Februari lalu.

Melalui unggahan di platform X, perempuan berusia 47 tahun itu meminta pendukungnya untuk tidak fokus pada perintah pengadilan terhadapnya, tetapi pada perjuangan melawan Presiden Rusia Vladimir Putin.

“Saat Anda menulis tentang ini, jangan lupa untuk menulis hal utama: Vladimir Putin adalah seorang pembunuh dan penjahat perang," tegasnya, seperti dimuat AFP.

Sejak kematian suaminya, Navalnaya telah bertemu dengan sejumlah pemimpin senior Barat, termasuk Presiden AS Joe Biden di San Francisco.

Kelompok nirlaba Yayasan Hak Asasi Manusia yang berbasis di Amerika menunjuk Navalnaya sebagai ketuanya minggu lalu, dan dia mengatakan dia akan menggunakan peran barunya untuk meningkatkan perjuangan yang dilakukan suaminya melawan Putin.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya