Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Prediksi Sri Mulyani: Nilai Tukar Rupiah Masih akan Bergerak di Atas Rp16.000 per Dolar AS

SELASA, 09 JULI 2024 | 10:26 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Nilai tukar rupiah yang melemah menjadi salah satu pemberat APBN tahun ini.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, nilai tukar rupiah diproyeksikan pada kisaran Rp15.900 - Rp16.100 per Dolar AS pada akhir tahun 2024.

Proyeksi ini jauh melemah di atas asumsi ekonomi makro dalam APBN 2024 yang ditargetkan Rp15.000 per Dolar AS.


Nilai tukar rupiah yang jauh dari asumsi ekonomi makro dalam APBN 2024 ini sejalan dengan adanya volatilitas kebijakan suku bunga The Fed ke depan. Juni lalu, kurs rupiah menyentuh level paling lemah sejak Maret 2020 mendekati Rp16.500 per Dolar AS.

“Nilai tukar rupiah semester II/2024, kita perkirakan bergerak di Rp16.000 hingga Rp16.200 per Dolar AS,” katanya dalam rapat kerja penyampaian laporan semester I APBN 2024, yang dikutip Selasa (9/7).

Imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun diperkirakan pada kisaran 6,9 persen hingga 7,1 persen pada semester II-2024, sama halnya dengan outlook untuk sepanjang 2024.

Sementara pada semester I, realisasi tingkat imbal hasil SBN sekitar 6,85 persen, di atas asumsi APBN 2024 yang sebesar 6,7 persen.

Inflasi diperkirakan berada pada rentang 2,7 persen hingga 3,2 persen pada semester II dan sepanjang 2024, tak terlampau jauh dari target APBN 2,8 persen.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya