Berita

Menteri BUMN, Erick Thohir/Net

Politik

Keseriusan Erick Thohir Beresi Kerugian Krakatau Steel Diragukan

SENIN, 08 JULI 2024 | 12:57 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kerugian hingga ratusan miliar rupiah yang dialami salah satu perusahaan plat merah, PT Krakatau Steel (KRAS), menuntut penanganan serius Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

Namun, Dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Pamulang (Unpam), Efriza, justru meragukan keseriusan Erick Thohir dalam menyelesaikan kerugian Krakatau Steel yang mencapai 29,14 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau setara dengan Rp476 miliar pada kuartal I 2024.

"Persoalan ini semakin serius karena direksi-direksi ini juga diabaikan oleh Erick Thohir, tidak dilakukan evaluasi atas kegagalan mereka menjalankan penerapan kebijakan," ujar Efriza kepada RMOL, Senin (8/7).


Efriza menduga, pengabaian Erick Thohir atas kerugian Krakatau Steel tampak dari sikap yang dia perlihatkan dari pernyataannya baru-baru ini.

Di mana, pengamat politik dari Citra Institute itu mendapati Erick Thohir menyerahkan permasalahan kerugian Krakatau Steel kepada dewan direksi.

"Sayangnya, Erick juga tidak akan punya keberanian untuk mengakui kesalahannya, bertanggungjawab, lalu minta maaf kepada publik," tuturnya.

Oleh karena itu, Efriza menilai Erick Thohir lepas tangan terhadap persoalan kerugian Krakatau Steel. Dengan kata lain dia tidak berani mengambil tanggung jawab.

"Jika minta maaf saja tak berani, apalagi melakukan upaya mengundurkan diri. Indikasi Erick Thohir gagal dalam kebijakannya saja diabaikan dengan melempar tanggung jawab kepada direksi," tandasnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Febrie Adriansyah Resmi Ajukan Gugatan Praperadilan ke PN Jaksel

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:27

Menko Polkam: Aktivitas Masyarakat Tetap Normal, Pasar dan Mal Ramai

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:26

Gelombang Reshuffle Berlanjut, Zelensky Pecat Dubes Ukraina untuk AS

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:22

Harga Garam Brebes Anjlok saat Panen Raya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:16

Kelakuan SPPG di Ketapang: Rumah Wartawan Dikepung, Istrinya Diintimidasi

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:02

Situasi di Dalam Negeri Sangat-sangat Mantap

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:52

Laba Tergerus, Saham Lufthansa Anjlok 8 Persen

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:51

Kepemilikan Aset Tak Wajar Jadi Indikator Awal Pencucian Uang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:40

Api Membakar Lahan, Seorang Ayah Tak Pernah Pulang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:31

Koperasi Merah Putih Dinilai Jadi Penentu Implementasi Pasal 33 UUD 1945

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya