Berita

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep/Net

Politik

Imbas Efek Jokowi, Elektabilitas Kaesang Tak Terbendung di Jateng

MINGGU, 07 JULI 2024 | 19:40 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Elektabilitas Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, tergolong kompetitif pada survei Indikator Politik Indonesia terkait Pemilihan Kepala Daerah Jawa Tengah (Pilkada Jateng) 2024.

Kaesang meraih dukungan tertinggi dengan 17,7 persen pada simulasi semiterbuka 20 nama. Posisi kedua ditempati Kapolda Jateng Ahmad Luthfi (15,6 persen), disusul bekas Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen alias Gus Yasin (12,8 persen), dan politikus PDIP Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul (6 persen) dan kemudian Bupati Kendal Dico Ganinduto.

Pun demikian dalam simulasi 10 nama, 8 nama, dan 6 nama, dimana dukungan kepada Kaesang selalu tertinggi dengan raihan masing-masing 22,8 persen, 23,8 persen, dan 24,8 persen. Survei ini digelar pada 10-17 Juni 2024 dan melibatkan 800 warga Jateng sebagai responden, yang dipilih menggunakan metode multistage random sampling. Margin of error sekitar 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.


Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menyampaikan, hasil survei tersebut menunjukkan elektabilitas Kaesang di Jateng cukup kompetitif daripada di Jakarta. Bahkan, potensinya memenangkan Pilkada Jateng terbuka lebih lebar dibandingkan di Jakarta.

"Ini bisa menjadi bahan pertimbangan apakah tetap ngotot maju di Jakarta dengan asumsi akan tarung keras, terutama kalau Anies mendapatkan tiket, atau maju di Jawa Tengah yang secara elektoral lebih mudah buat Kaesang untuk menang potensinya," ucapnya dalam paparannya secara daring, Minggu (7/7).

Burhanuddin melanjutkan, tingginya tingkat dukungan kepada Kaesang bukan karena faktor PSI. Sebab, PSI hanya meraih 2 persen suara pada Pileg 2024 sehingga berhak menempatkan 2 wakilnya di DPRD Jateng periode 2024-2029.

"Ini bukti bahwa sebenarnya naiknya suara Kaesang tidak ada kaitan dengan mesin partai (PSI) karena mesin partai Kaesang tidak cukup kuat di Jawa Tengah dan kursinya pun cuma ada 2," jelasnya.

Kendati begitu, menurut Burhanuddin, hal itu bisa menjadi dasar untuk mengusung Kaesang maju. Pangkalnya, Jateng termasuk wilayah strategis lantaran provinsi dengan populasi terbesar ketiga nasional dan basis Joko Widodo (Jokowi), ayahnya.

"Mungkin saja ada intensi Kaesang lebih memilih di Jakarta, tetapi karena peluang menangnya lebih terbuka di Jawa Tengah dan atas nama untuk membesarkan PSI, bisa saja Kaesang memutuskan maju di Jawa Tengah karena tadi, kecilnya suara PSI di wilayah yang menjadi basisnya Pak Jokowi," bebernya.

Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI), Djayadi Hanan, menambahkan, setidaknya tiga faktor politik dan sosiologi politik akan menjadi pertimbangan untuk mengusung Kaesang atau tidak pada Pilkada Jateng 2024. Ketiga faktor tersebut adalah Jokowi, Prabowo, dan gabungan nasionalis religius.

"Kalau Kaesang mau dimajukan, maka pertanyaan pentingnya adalah siapakah bakal jadi wakilnya? Sementara, kita melihat Pak Jokowi itu, kan, terasosiasi dengan dua nama, yaitu Kaesang dan Luthfi," jelasnya.

Djayadi menilai, ada peluang Kaesang maju pada Pilkada Jateng. Namun, diyakini keputusan akhir dilakukan dengan mempertimbangkan banyak faktor.

"Betul, mungkin Mas Kaesang dimajukan, tetapi pertimbangan-pertimbangan tadi akan dihitung cukup cermat," ujarnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Wamenko Dradjad: Penilaian MSCI Tidak Selalu Benar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 16:23

Trump Bicara Soal Denuklirisasi dengan Rusia dan Tiongkok

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:43

PGN Perkuat Efisiensi dan Daya Saing Bisnis Melalui Inisiatif Dekarbonisasi Berkelanjutan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:22

Kawasan Industri Diajak Cak Imin Bantu Korban Karhutla

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:11

OJK Denda DSSA, BREN, CUAN Rp2,1 Triliun, Sanksi 835 Pihak Tembus Rp390 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:03

DIM RUU Migas Hampir Rampung 90 Persen

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:00

Airlangga Heran MSCI Mendadak Ancam Cabut Status Emerging Market RI Usai Bertemu Menkeu-BI di Bangkok

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:52

Pimpin Nasdem Garut, Lola Nelria: Partai Harus Hadir dalam Kehidupan Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:46

Houthi Serang Istana Presiden Yaman, Lima Meninggal Dunia

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:41

Kopdes Butuh Talenta Utuh agar Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:34

Selengkapnya