Berita

Peneliti Bio Farma/Net

Bisnis

Bio Farma Minta Tambahan PMN Rp68 M Buat Garap Proyek Vaksin

SABTU, 06 JULI 2024 | 10:57 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Penyertaan modal negara (PMN) yang diberikan kepada PT Bio Farma (Persero) Tbk berupa barang milik negara (BMN) sebesar Rp68 miliar akan digunakan untuk pengembangan produk vaksin.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Bio Farma Shadiq Akasya di depan Komisi XI DPR RI. Menurut Shadiq, PMN itu dibutuhkan untuk meningkatkan kemandirian dan ketahanan di sektor kesehatan nasional melalui pengembangan produk vaksin Rotavirus, Rubella, dan Biosimilar.

Dalam penjelasannya, Dirut Bio Farma itu janji akan menghasilkan lebih dari Rp500 miliar untuk proyek tersebut.


"PMN dari BMN Rp68 miliar ini akan mengurangi sebagian kebutuhan pendanaan dan investasi dari Bio Farma untuk pengembangan usaha berupa pendirian fasilitas produksi vaksin rotavirus, rubella, biosimilar dan pendukungnya dengan total proyek sebesar Rp550 miliar," kata Shadiq dalam Rapat Dengar Pendapat di Gedung DPR RI, dikutip Sabtu (6/7).

Menurut Shadiq, setelah adanya produksi ini, produk impor dengan produk dalam negeri dapat meningkatkan kemandirian industri dalam negeri dan dapat melakukan penghematan devisa.

Dikatakan Dirut Bio Farma, perusahaan pelat merah itu dapat memulai pengembangan dan produksi vaksin, diagnostik kit dan bio similar di fasilitas yang menggunakan PMN.

Adapun penjualannya diproyeksikan mencapai Rp 50,4 miliar padai 2024 dan Rp 340 miliar tahun depan.

Sementara terkait penerimaan negara, Biofarma memproyeksikan bisa berkontribusi terhadap Pajak Pertambahan Nilai (PPN) senilai Rp 2,22 triliun, Pajak Penghasilan (PPH) senilai Rp 2,48 triliun, dan pajak daerah senilai Rp 12,63 miliar.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya