Berita

Bobby Nasution dan Nagita Slavina/Repro

Politik

Usulan Nagita Slavina Dampingi Bobby Nasution Bukan Kesadaran Politik Hanya Mobilisasi Sensasi

JUMAT, 05 JULI 2024 | 21:27 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Munculnya nama artis dan pegiat medsos Nagita Slavina dalam salah satu sosok untuk mendampingi Bobby Nasution maju di Pilgub Sumut 2024 menjadi salah satu kondisi yang sangat memprihatinkan dalam konteks perpolitikan saat ini. Sebab, usulan nama lebih menggambarkan jika politik saat ini tidak lagi dalam pandangan realitas sosial, melainkan media sosial.

“Ini memprihatinkan. Poitik kita terjebak dalam algoritma media sosial, tidak dalam realitas sosial,” kata pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara, Dr Faisal Riza seperti dilansi Kantor Berita Politik RMOLSumut, Jumat (5/7).

Diketahui munculnya nama Nagita Slavina untuk menjadi pendamping Bobby Nasution diusulkan Waki Ketua Umum (Waketum) PKB Jazilul Fawaid. Menurutnya Bobby sangat pantas didampingi sosok Nagita Slavina dengan pertimbangan kebutuhan media sosial.


“Usulan PKB itu menggambarkan struktur pengetahuan politik hari ini lepas dari pembacaan realita politik di akar rumput, bagaimana geliat masyarakat arus bawah. Malah cenderung membawa politik ke arah entertainment bukan sebagai jalan kesadaran publik, pengadaban publik,” ujar Faisal.

Menurut Faisal Riza, mengatakan usulan PKB itu tidak lepas dari kecenderungan para politisi saat ini yang juga ikut terjebak dalam algoritma media sosial. Hal ini karena kenyataan pahit pun bisa dipoles menjadi hal yang manis lewat medsos.

“Makanya politisi lebih cenderung bermain di situ. Dari segi daya jangkau sifatnya borderless, dari segi pendanaan juga lebih efisien, dan yang lebih ironi lagi adalah yang dimobilisasi itu sensasi bukan kesadaran,” pungkasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya