Berita

Perdana Menteri Hongaria, Victor Orban/Net

Dunia

Uni Eropa Tegur Rencana Kunjungan PM Hongaria di Rusia

JUMAT, 05 JULI 2024 | 16:55 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kunjungan Perdana Menteri Hongaria, Victor Orban di Rusia mendapat teguran keras dari Uni Eropa.

Presiden Dewan Eropa Charles Michel memperingatkan bahwa Orban tidak bisa bernegosiasi dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin dalam kapasitasnya sebagai pemegang jabatan bergilir Uni Eropa.

“Kepresidenan bergilir Uni Eropa tidak memiliki mandat untuk terlibat dengan Rusia atas nama Uni Eropa,” cuitnya di X, seperti dimuat Bloomberg pada Jumat (5/7).


Dalam pidatonya di hari yang sama, Orban mengatakan dia tidak mewakili UE dalam pembicaraan internasional mengenai Ukraina, dan pembicaraan tersebut tidak dapat dianggap sebagai upaya diplomasi.

Orban mengaku ingin mengeksplorasi benang merah dari konflik tersebut dan memeriksanya.

"Saya menjalankan misi pencarian fakta dan tidak melakukan negosiasi atas nama Uni Eropa mengenai perang di Ukraina," ujarnya.

Para diplomat Uni Eropa khawatir bahwa Orban akan menggunakan kepemimpinan negaranya di Uni Eropa untuk melemahkan upaya blok tersebut dalam menghukum dan mengisolasi Moskow.

Perdana Menteri Finlandia Petteri Orpo menggemakan peringatan Michel, dengan mengatakan dalam sebuah postingan di X.

"Perjalanan seperti itu akan menunjukkan pengabaian terhadap tugas Kepresidenan Uni Eropa dan melemahkan kepentingan Uni Eropa," cuit Orpo.

Teguran pejabat Uni Eropa disampaikan setelah beredar kabar bahwa Orban akan singgah di Rusia dalam perjalanan ke Azerbaijan, di mana ia akan berpartisipasi dalam pertemuan negara-negara Turki pada Jumat (5/7).

Kendati demikian, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov tidak membenarkan atau menyangkal kunjungan tersebut.

Dia hanya mengatakan bahwa Putin memiliki jadwal sibuk di hari tersebut, yang akan diberitahukan Kremlin kepada wartawan nanti.

Hongaria menjabat sebagai presiden Uni Eropa selama enam bulan pada hari Senin (1/7), menciptakan peluang bagi Orban untuk meningkatkan profil diplomatiknya.

Orban berkunjung ke Ukraina pada Senin (1/7), dia mengajukan gencatan senjata kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada hari Selasa (2/7) dalam kunjungan pertamanya ke ibu kota Ukraina sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh pada tahun 2022.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Gus Lilur Laporkan Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU ke KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:20

Ledakan Besar Guncang Pasar Cimanggis-Ciputat, 2 Orang Dikabarkan Tewas

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:00

Danantara Minta Maaf dan Ambil Alih PLN Batam Usai Listrik Padam

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:36

Pemerintah Diminta Gencar Sosialisasikan Beasiswa Pendidikan untuk Anak Papua

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:08

Ijazah Keluarga Jokowi itu Terus Melahirkan Masalah Bangsa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:54

GoTo Gelar RUPSLB, Restui Pembatalan Saham Tresuri dan Perombakan Direksi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:26

Terdakwa Pemerasan Bangun Paulus Dijemput Paksa di Tempat Hiburan, Alasan Mangkir Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:17

Kaya Omega-3, Bumi Wijaya Pilih Ikan Sidat untuk Gizidat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:07

Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama Imigrasi, Pencegahan TPPO jadi Perhatian

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05

Pertamina Patra Niaga Maksimalkan Langkah Pemulihan Layanan BBM di Bali

Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:52

Selengkapnya