Berita

Seribu massa dari Studi Demokrasi Rakyat (SDR) desak KPK periksa Kepala Bapanas dan Kabulog di depan Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat sore (5/7)/RMOL

Hukum

Aksi Bakar Ban Hingga Bawa Tikus

Massa SDR Desak KPK Periksa Kepala Bapanas dan Kabulog

JUMAT, 05 JULI 2024 | 15:45 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Sekitar seribu orang dari Studi Demokrasi Rakyat (SDR) kembali menggeruduk Gedung Merah Putih KPK untuk mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera memeriksa Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi dan Kepala Bulog, Bayu Krisnamurthi.

Pantauan RMOL, sekitar seribu orang ini menggelar unjuk rasa di depan Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat sore (5/7).

Dalam aksinya ini, massa melakukan aksi bakar ban dan menyerahkan sebuah kandang yang berisi 2 ekor tikus dan beras sebagai simbolik dugaan korupsi impor beras kepada perwakilan KPK.


"Yang pasti kami melakukan penekanan terhadap KPK, karena setelah aksi kemarin, ternyata itu dijawab secara langsung oleh Dirut Bulog, laporan kami di KPK," kata Direktur Eksekutif SDR, Hari Purwanto kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK.

Hari mengungkapkan, pihak Bulog beralasan bahwa perusahaan asal Vietnam, Tan Long Group tidak masuk dalam pengajuan impor beras pada 2024 ini.

"Pertanyaan saya adalah berarti Tan Long Group juga pernah masuk, kan gitu. Kalau di 2024 enggak, berarti di tahun sebelumnya pernah ikut, kan gitu. Selain itu mereka juga menjawab, karena Tan Long Group tidak masuk bukan berarti ini terjadi markup," terang Hari.

Namun demikian kata Hari, untuk pembuktiannya, pihaknya menyerahkan kepada KPK untuk menindaklanjuti laporannya yang sudah dilayangkan pada Rabu (3/7).

"Karena itu harapan kami KPK, juga hari ini aksi kami memberikan tekanan agar KPK nggak usah takut ya kan, segera eksekusi persoalan. Karena kita hanya mendorong persoalan kebenaran itu di tangan KPK. Karena KPK punya hak untuk bisa membuktikan atau meminta data secara langsung kepada Bapanas, kepada Bulog," tegas Hari.

Untuk itu kata Hari, pihaknya mendesak KPK untuk segera memeriksa Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi, dan Kepala Bulog Bayu Krisnamurthi.

Sebelumnya pada Kamis (4/7), sebanyak 700 orang dari SDR juga sudah menggelar demo di depan Gedung Merah Putih KPK. Mereka menuntut hal yang sama, yakni untuk segera menindaklanjuti laporannya soal dugaan markup impor 2,2 juta ton beras senilai Rp2,7 triliun, serta dugaan kerugian keuangan negara akibat demurrage atau denda impor beras senilai Rp294,5 miliar.

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Modal Asing Keluar Rp7,71 Triliun, BI Catat Tekanan di SBN pada Pertengahan Januari 2026

Jumat, 16 Januari 2026 | 08:05

Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi Enam Pekan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:56

Kejauhan Mengaitkan Isu Ijazah Jokowi dengan SBY–AHY

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:48

RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Menyandera Lawan Politik

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:40

Jenazah 32 Tentara Kuba Korban Serangan AS di Venezuela Dipulangkan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:33

Bursa Eropa: Efek Demam AI Sektor Teknologi Capai Level Tertinggi

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:16

Emas Tak Lagi Memanas, Tertekan Data Tenaga Kerja AS dan Sikap Moderat Trump

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:06

Wajah Ideal Desa 2045

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:50

TPU Tegal Alur Tak Tersangkut Lahan Bersengketa

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:23

Kemenkes Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Robotik Medis

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:04

Selengkapnya