Berita

Hizbullah/Net

Global

Hizbullah Hujani Israel dengan 200 Roket

JUMAT, 05 JULI 2024 | 12:03 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kelompok militer Hizbullah melancarkan serangan besar-besaran ke Israel pada Kamis (4/7) sebagai upaya balas dendam atas terbunuhnya komandan senior mereka akibat serangan udara di Lebanon.

Dalam sebuah pernyataan, Hizbullah tidak terima Komandan Muhammad Nimah Nasser dibunuh Israel. Kelompok itu mengatakan pihaknya telah menembakkan 200 roket sebagai balasan.

"Ini merupakan serangan besar kedua dalam dua hari yang diluncurkan sebagai pembalasan atas pembunuhan Muhammad Nimah Nasser di Lebanon Selatan sehari sebelumnya," ungkap laporan tersebut, seperti dimuat Al Jazeera. 


Sementara itu, militer Israel pada Rabu (3/7) mengatakan pasukannya menyerang pos peluncuran di Lebanon Selatan setelah banyak proyektil dan target udara mencurigakan melintasi Lebanon ke wilayah Israel. 

Namun sebagian besar berhasil dicegat. Dikatakan bahwa kebakaran terjadi di sejumlah wilayah di Israel utara setelah serangan tersebut.

Media Israel melaporkan sebuah kendaraan yang membawa pasukan Israel di dalamnya terkena proyektil. Dilaporkan ada dua serangan langsung terhadap dua bangunan, satu di Acre dan satu lagi di utara kota.  

Layanan ambulans magen david adom mengatakan dua wanita dibawa ke rumah sakit di Israel utara dengan luka ringan.

Tujuh belas peringatan dibunyikan selama 90 menit di berbagai bagian wilayah utara, dari Nahariya di barat hingga Golan di timur sepanjang serangan Hizbullah hari Kamis (4/7). 

Hizbullah melancarkan serangan intens ke wilayah pendudukan Israel sebagai bentuk solidaritas terhadap perjuangan Hamas dan rakyat Palestina yang berperang di Jalur Gaza. 

Sebagai tanggapan, Israel melancarkan serangan tanpa batas terhadap Gaza yang telah menewaskan lebih dari 38.000 orang. 

Kini, ketika ketegangan dengan Hizbullah meningkat, para pejabat Israel mengatakan mereka mungkin akan berperang di Lebanon jika upaya solusi diplomatik gagal.

Perkiraan menunjukkan bentrokan perbatasan sejauh ini telah menewaskan sedikitnya 496 orang di Lebanon, sebagian besar adalah pejuang tetapi juga 95 warga sipil. 

Sementara itu, pihak berwenang Israel mengatakan sedikitnya 15 tentara dan 11 warga sipil tewas.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya