Berita

Anggota Badan Legislasi DPR dari Fraksi PKS Ledia Hanifa/Net

Politik

Fraksi PKS: Angka Kemiskinan Menuju Nol Persen Ambigu

SELASA, 02 JULI 2024 | 18:47 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Menteri Bappenas Suharso Monoarfa diminta untuk memberikan angka prosentase yang pasti untuk mengukur angka kemiskinan di Indonesia yang akan menjadi target Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045.

Permintaan itu datang dari anggota Badan Legislasi DPR dari Fraksi PKS Ledia Hanifa yang meminta agar Suharso lebih rinci lagi menentukan angka target pembangunan bangsa.

“Ketika mengatakan bahwa disebutkan dalam draft RUU menuju nol persen, pantas semua pada nanya. Sebab kalau sekarang 9,3 kemudian turun menjadi 8 persen, kemudian menjadi 7 Itu kan menuju nol persen juga jadi bahasannya jadi ambigu terkait dengan itu,” kata Ledia dalam rapat panitia kerja pembahasan daftar inventaris masalah (DIM) dengan pemerintah dan Komite IV DPD terkait Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/7).


Ledia mengatakan pemerintah perlu memikirkan tingkat gini rasio ketika menyebut angka kemiskinan nol persen, sehingga DPR mengetahui secara rinci angka kemiskinan yang sebenarnya terjadi di Indonesia.

"Maksud saya itu. Sebagaimana kebijakan pimpinan dulu, ketika membahas cipta kerja kan ada bagian-bagian lebih detail kemudian kita. Kembali ke umumnya. Itu saja sih,” tegasnya.

Lantas, Ketua Baleg DPR Supratman Andi Agtas menyetujui bahwa pemerintah perlu memberikan angka prosentase yang akurat dalam menyusun rencana jangka panjang nasional.

"Ini kalau baca di lampiran saya optimis bisa dilaksanakan semua targetnya yang ada di DIM 55 ini akan tercapai. Tapi apakah mungkin ini akan dilaksanakan sesuai dengan yang ada di lampiran itu kan indikatornya jelas, parameternya jelas,” ungkap Supratman.

“Tapi saya setuju juga dengan Ibu Ledia, Pak Menteri, kalau kemiskinan bisa kita presentasikan kok ketimpangannya tidak? Gini rasionya tidak hanya disebutkan berkurang kenapa nggak bisa gini rasionya juga supaya berkurangnya itu berapa,” tutupnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Subsidi Biaya Haji 2027 jadi Kabar Baik bagi Calon Jemaah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:30

Hanya PDIP Berani secara Vulgar Menyerang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:07

Sangat Aneh Parpol di DPR Tidak Tegas soal Putusan MK terkait Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:41

Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri: Kekuatan Harus Berujung Rasa Aman Rakyat

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:30

Suyudi Bakal Bawa Korps Bhayangkara Makin Profesional

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:10

Komisi I DPR Usul Dua Rekomendasi soal Status Kavling TNI AL Pangkalan Jati

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:46

Soal Putusan MK, Jokowi-Gibran sedang Menuai Hasil

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:01

PPTQ Al-Ghozali Majalengka Pastikan Isu Perundungan Hoaks

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:26

AHDAA Raih Penghargaan Indonesia Halal Awards 2026

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:09

Industri Percetakan Butuh Kolaborasi Lintas Kementerian

Jumat, 09 Oktober 2026 | 00:36

Selengkapnya