Berita

irektur Eksekutif Human Studies Institute, Rasminto/Ist

Bawaslu

Kapasitas Pantia Pengawas Tentukan Kualitas Pilkada 2024

SENIN, 01 JULI 2024 | 13:15 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Penguatan kapasitas SDM panitia pengawas Pemilu harus lebih gencar dilaksanakan agar menghasilkan kualitas Pilkada 2024 yang baik.

Hal tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Human Studies Institute, Rasminto saat menjadi pembicara peningkatan kapasitas SDM Pengawas Pemilu pada Pengawasan Pilkada 2024 yang diselenggarakan Bawaslu Kota Jakarta Barat, di Mercure Batavia Hotel, Tambora, Minggu (30/6).

"Sangat penting ya, pelatihan teknis seperti ini lebih gencar dilaksanakan oleh Bawaslu untuk meningkatkan kapasitas panitia pengawas pemilu dengan masalah masyarakat urban yang kompleks," kata Rasminto dalam keterangannya yang diterima redaksi, Senin (1/7).


Baginya, pelatihan teknis selain meningkatkan kapasitas panitia pengawas pemilu juga momentum evaluasi.

"Provinsi DK Jakarta jadi barometer kota-kota lainnya, apapun yang terjadi terutama dalam konteks kepemiluan pasti jadi sorotan publik, katakanlah pileg-pilpres 2024 kemarin dan Pilkada Jakarta 2017 yang menyisakan ingatan kita dengan dinamikanya," tutur Rasminto.

Dia pun menjelaskan pengalaman Pilkada Jakarta 2017 adanya persoalan krusial data daftar pemilih tetap (DPT) invalid sebanyak 1,2 juta.

"Pengalaman Pilkada Jakarta 2017 kita disajikan persoalan krusial masalah data DPT invalid mencapai 1,2 juta, namun respon dan koordinasi yang baik dari Bawaslu, KPU dan Disdukcapil dapat memitigasi persoalan ini," jelas Rasminto.

Menurutnya dari data laporan dan temuan pelanggaran pemilu 2024 jadi refleksi bagi Bawaslu untuk bisa lebih baik lagi. Sebab, dari data penanganan pelanggaran pemilu 2024 di tingkat Provinsi dan Kabupaten/kota di Jakarta bahwa dari 6 wilayah Kota/Kabupaten dan 40 kecamatan Se Jakarta terdapat temuan yang masih rendah.

"Data penanganan pelanggaran masih belum sebanding dengan jumlah wilayah ya, dari temuan yang teregistrasi ada 5, adapun laporan yang teregistrasi sebanyak 38 dan tidak teregistrasi 16 untuk tingkat Provinsi dan kota, selain itu, data di tingkat Kota dan Kecamatan untuk temuan teregistrasi ada 8 dan laporan teregistrasi 17 dan dan tidak teregistrasi 12," jelasnya lagi.

Rendahnya laporan dan temuan penanganan pelanggaran pemilu baginya akan menjadi barometer kualitas pengawasan.

"Rendahnya laporan dan temuan penanganan pelanggaran yang dilakukan oleh Bawaslu DKI Jakarta jadi barometer kualitas pengawasan, sehingga penting penguatan kapasitas dan koordinasi yang lebih erat khususnya antar pihak di dalam Bawaslu," tegasnya.

Rasminto menduga ada beberapa faktor yang mungkin mempengaruhi masalah rendahnya temuan dan laporan tersebut.

"Partisipasi publik dalam perhelatan pesta demokrasi pada pemilu jadi berperan vital, sebab rendahnya kesadaran masyarakat untuk melaporkan pelanggaran yang mereka saksikan jadi bukti lemahnya partisipasi publik", bebernya.

Selain itu, menurutnya kurangnya efektivitas pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu sehingga banyak pelanggaran yang tidak terdeteksi.

"Pola pengawasan Bawaslu harus lebih efektif dengan lebih sensitif atas masalah yang terjadi sehingga mampu lebih banyak mendeteksi potensi pelanggaran yang terjadi," imbuhnya.

Pakar geografi manusia Universitas Islam 45 (Unisma) ini menjelaskan, panitia pengawas pemilu jangan takut laporan hasil pengawasannya (LHP) tidak ditindaklanjuti.

"Jangan pernah takut jika LHP-nya tidak ditindaklanjuti, yakinlah bahwa LHP selain jadi indikator proses pengawasan telah dilaksanakan juga perlu tingkatkan kualitasnya dengan memperhatikan syarat formil dan materil dan mampu mendalilkan sesuai jenis pelanggaran yang terjadi," tandasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya