Berita

Salah satu gerai Nike/Net

Bisnis

Saham Nike Anjlok 20 Persen

MINGGU, 30 JUNI 2024 | 11:08 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Saham perusahaan pakaian olahraga asal Amerika Serikat (AS), Nike, sempat merosot 20 persen akhir pekan ini.

Dikutip dari Reuters, Minggu (30/6), penurunan saham diakibatkan adanya perkiraan penurunan penjualan tahunan hingga satu digit, jauh lebih rendah dibanding perkiraan analis yang memperkirakan kenaikan hampir 1 persen.

Prediksi itu telah meningkatkan kekhawatiran investor terkait masa depan brand pakaian olahraga itu untuk membendung hilangnya pangsa pasar, karena tersalip merek-merek baru seperti On dan Hoka.


"Nike berada pada titik di mana mereka ingin mengeluarkan pedoman paling konservatif yang mereka bisa, sehingga menetapkan standar rendah bagi diri mereka sendiri, dan mudah-mudahan ini dapat mereka atasi," kata kepala strategi pasar di B Riley Wealth, Art Hogan.

"Nike berada di bawah tekanan selama beberapa tahun sekarang,” sambungnya.

Menurut GlobalData, pangsa pasar perusahaan di AS dalam kategori alas kaki olahraga memang turun menjadi 34,97 persen pada 2023, dari 35,37 persen pada tahun 2022, dan 35,40 persen pada tahun 2021.

Sementara menurut laporan penelitian RBC yang dirilis pada Juni, merek perlengkapan olahraga lain, seperti Hoka, Asics, New Balance, dan On, justru menyumbang 35 persen pangsa pasar global pada 2023, dibandingkan 20 persen yang dikuasai pada periode 2013-2020.

Untuk menekan penurunan penjualan yang semakin parah, Nike mengurangi kelebihan pasokan merek termasuk Air Force 1, sebagai bagian dari rencana pemotongan biaya senilai 2 miliar dolar AS yang diluncurkan akhir tahun lalu.

Selain itu, raksasa pakaian olahraga itu juga telah mengubah jajaran produknya dengan meluncurkan sepatu kets baru dengan harga lebih rendah di bawah 100 Dolar AS (Rp1,5 juta) ke negara-negara di seluruh dunia untuk menarik konsumen.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Lepas Status WNI Kena Tarif Rp5 Juta, Ini Kata Ketua DPR

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:23

KPK Panggil Lima Pejabat BPK Sumsel

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:16

Saham BUMI Menguat 6 Persen pada Sesi I, Bukukan Transaksi Rp727,5 Miliar

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:15

Pengisian Jabatan di Kemenag Dituntut Adil dan sesuai Meritokrasi

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:08

Bisa Jadi Ada Aparat Lain Seperti Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:06

Sekolah Negeri Sepi Peminat Harus Jadi Perhatian

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:05

Mereduksi Bobot Kekuasaan Gibran Lewat Pergeseran Posisi Duduk Wapres

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:04

Sepak Bola Berbasis Bukti

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:50

DPR Minta Kesetaraan Penanganan Kasus Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:39

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Dilibatkan dalam Pemungutan Pajak Berpeluang Gerus Kepercayaan Publik

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:38

Selengkapnya