Berita

Peneliti senior Human Studies Institute (HSI), Syurya M. Nur/Ist

Pertahanan

Rekrutmen Afirmatif TNI-Polri Berpotensi Ancaman Serius

MINGGU, 30 JUNI 2024 | 04:29 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Program rekrutmen afirmatif TNI-Polri bertujuan meningkatkan representasi masyarakat Papua. Namun, ada kekhawatiran akan potensi pembelotan yang dapat mengancam keamanan dan kedaulatan nasional.

Hal tersebut disampaikan peneliti senior Human Studies Institute (HSI), Syurya M. Nur kepada RMOL, Sabtu malam (29/6).

“Kelompok separatis gerakan Papua merdeka dapat menyusup melalui program ini, memanfaatkan pelatihan militer dan Kepolisian untuk memperkuat kemampuan tempurnya dalam melakukan serangan kepada personel kita sendiri dari TNI-Polri,” kata Syurya.


Dia merujuk berbagai kasus yang muncul dari masalah pembelotan, penyelundupan dan penjualan senjata kepada kelompok separatis oleh desertir TNI Denis Murib yang tewas disergap pasukan TNI pada pertengahan Juni ini dan anggota Polres Yalimo Bripda Anke Mabel.

“Kasus pembelotan dan penyelundupan senjata yang dilakukan oleh Denis Murib dan Anke Mabel memberikan warning kepada kita potensi ancaman besar bagi keselamatan personel TNI-Polri maupun adanya potensi kelompok separatis memperkuat barisannya untuk dimanfaatkan membentuk pasukan paramiliternya,” tegasnya.

Kekhawatirannya diperkuat adanya laporan investigasi Aliansi Demokrasi untuk Papua (AIDP) berbasis berkas-berkas pengadilan dan rujukan pemberitaan selama 11 tahun terakhir (2011-2021) mengenai perdagangan senjata api dan amunisi ilegal di Papua.

“Sangat menyeramkan yah jika kita telaah laporan AIDP, bahwa sepanjang 2011-2021, ada 51 orang yang dipidana karena terlibat perdagangan senjata di Papua. Mereka terdiri 31 warga sipil, 14 prajurit TNI, dan 6 anggota Polri, da? nilai transaksinya miliaran rupiah,” jelasnya.

Pakar Komunikasi dan Politik Universitas Esa Unggul Indonesia ini menyebutkan dampak dari masalah pembelotan oknum hasil rekrutmen afirmatif TNI-Polri.

“Berbagai peristiwa pembelotan yang terjadi ini dapat merusak moral dan kohesi internal TNI-Polri, juga menciptakan ketidakpercayaan antar anggota,” tuturnya.

Menurutnya juga potensi ancaman ini juga berdampak pada stabilitas politik dan sosial di wilayah-wilayah yang rentan terhadap gerakan separatis.

“Ketika kelompok separatis memiliki pasukan yang terlatih dan terorganisir, mereka dapat meningkatkan intensitas dan frekuensi serangan, sehingga mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat. Hal ini dapat memperburuk ketegangan etnis dan sosial yang sudah ada, serta menghambat pembangunan dan kesejahteraan di wilayah Papua,” tegasnya lagi.

Pemerintah dan khususnya pimpinan TNI-Polri harus mengambil solusi langkah pencegahan yang lebih ketat dalam proses rekrutmen afirmatif dari berbagai peristiwa yang terjadi yang memakan korban gugurnya putra bangsa, dari rakyat bahkan unsur TNI-Polri karena serangan kelompok separatis yang semakin intensif dan sporadis.

“Jangan kita bangga melihat kuantitas dari kebijakan ini, namun perlu adanya evaluasi yang lebih mendalam dari ekses negatif ini terulang kesekian kalinya tanpa ada tindakan nyata dari pimpinan TNI-Polri,” tutupnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya