Berita

Ketua Tim Pemenangan Pilkada Nasional PDIP, Adian Napitupulu/Istimewa

Politik

Pilkada Jakarta 2024

PDIP Tak Ingin Buru-buru Dukung Anies

SABTU, 29 JUNI 2024 | 04:59 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Meski sudah mengaku tertarik untuk mengusung Anies Baswedan pada Pemilihan Gubernur  (Pilgub) Jakarta 2024, hingga saat ini PDIP belum memberikan pernyataan resmi.

Alasannya, seperti disampaikan Ketua Tim Pemenangan Pilkada Nasional PDIP, Adian Napitupulu, saat ini partainya masih melakukan kajian.

"Menurut kita, kajiannya kita selesaikan. Apakah mungkin kita mengusung Anies ketika memang secara kajian ideologi, kajian politik, kajian terhadap pemikiran, program dan sebagainya memungkinkan, kenapa tidak?" ucap Adian kepada wartawan di gedung The Tribrata, Jakarta Selatan, Jumat (28/6).


Dalam menentukan pilihan kepada salah satu kandidat, lanjut Adian, PDIP akan menghitung banyak faktor. Tak melulu soal elektabilitas.

"Tidak cuma persoalan 'Wah elektabilitasnya bagus'. Loh Jokowi dulu kalah kok elektabilitasnya waktu Pilgub DKI. Kerja kita yang kemudian membuat kerja kita bersama-sama yang membuat dia kemudian bisa menang," jelas Adian.

"Artinya bahwa kita akan lebih berorientasi pada, 'oke, kamu mau menjadi kepala daerah, apa pemikiranmu tentang daerah ini? Bagaimana pandanganmu? Setahu apa kamu persoalan-persoalan rakyatnya?'" tambahnya.

Hal senada juga sempat disampaikan Ketua DPP PDIP, Ahmad Basarah. Di mana semua nama-nama yang muncul masih dalam pembasahan. PDIP tidak akan terburu-buru memutuskan karena masih ada waktu.

"Masih dalam pembahasan, masih kita kaji, nanti waktunya juga masih lama," kata Basarah di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (28/6).

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Polri Didorong Selidiki PKS yang Membeli TBS di Bawah Harga Resmi

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:23

Kapolri Ngaku Belum Baca Rinci UU Polri yang Baru Disahkan

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:17

Pemerintah Ungkap Alasan Kenaikan Batas Usia Pensiun Anggota Polri

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:14

Rel Pertama, Palang Terakhir

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:09

KPK Temukan Indikasi TPPU dalam Kasus Silmy Karim

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:02

Paripurna DPR Sahkan RUU Polri jadi UU

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:41

Dewan Kesejahteraan Buruh Batal Dibentuk, Ini Penjelasan Mensesneg

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:37

Ada Tiga Modus Propaganda Disintegrasi yang Membonceng Film Pesta Babi

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:24

Pertanyakan Laporan Keuangan Danantara, FPHI Bersurat ke Presiden Prabowo

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:17

Emas Antam Merosot Rp10.000, Turun ke Level Rp2,73 Juta per Gram

Selasa, 09 Juni 2026 | 10:58

Selengkapnya