Berita

Ketua PUAN DPW DKI Jakarta yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Tetap Pasar Kerja dan Pemagangan Kadin Indonesia, Sari Pramono, dalam Dialog bertema "Perspektif PeremPUAN Menuju Transformasi Jakarta Sebagai Kota Global", Jumat 28 Juni 2024/Ist

Bisnis

Perempuan adalah Pendorong Penting dalam Pergerakan Ekonomi Jakarta

JUMAT, 28 JUNI 2024 | 21:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tema "Jakarta Kota Global Berjuta Pesona" mengiringi perayaan HUT ke-497 Kota Jakarta. Tema ini tidak hanya merayakan sejarah panjang Jakarta, tetapi juga menandai peralihan statusnya dari ibu kota negara menuju pembangunan baru sebagai Kota Global. 

Meskipun tidak lagi menjadi ibu kota negara, Jakarta tetap menjadi pusat bisnis dan pertemuan internasional.

Dengan usia yang hampir mencapai 500 tahun, Jakarta telah mengalami transformasi luar biasa,berkembang menjadi kota megapolitan yang penuh energi dan inovasi. 


Potensi Jakarta tidak akan berkurang meskipun tidak lagi menjadi ibu kota negara. Sebaliknya, perubahan ini membuka peluang baru di sektor bisnis, pariwisata, budaya, dan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition).

Kemajuan Jakarta tidak terlepas dari peran penting perempuan, terutama mereka yang berasal dan tinggal di Jakarta. Perempuan memiliki kontribusi besar dalam berbagai sektor, mulai dari politik, bisnis, hiburan, hingga bidang lainnya.

Memanfaatkan momentum HUT Jakarta tahun ini, organisasi PUAN (Perempuan Amanat Nasional) menyelenggarakan dialog bertema "Perspektif PeremPUAN Menuju Transformasi Jakarta Sebagai Kota Global", Jumat (28/6).

Ketua PUAN DPW DKI Jakarta yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Tetap Pasar Kerja dan Pemagangan Kadin Indonesia, Sari Pramono, menyatakan bahwa transformasi Jakarta tidak dapat dipisahkan dari kontribusi aktif kaum perempuan.

"Sebagai kota yang dinamis dan penuh potensi, Jakarta tidak hanya menjadi pusat ekonomi dan budaya, tetapi juga merupakan tempat di mana transformasi besar sedang terjadi. Dalam perubahan ini, perempuan memainkan peran yang sangat krusial," katanya, dalam sambutannya.

Data terbaru menunjukkan bahwa perempuan di Indonesia, termasuk di Jakarta, telah mencapai kemajuan signifikan dalam berbagai bidang. Tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan di Indonesia, menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, mencapai sekitar 54,3 persen. 

Di Jakarta sendiri, angka ini lebih tinggi, mencapai 56,1 persen,menunjukkan bahwa perempuan semakin aktif dalam dunia kerja dan berkontribusi pada perekonomian kota.

Di sektor pendidikan, perempuan juga menunjukkan pencapaian yang mengesankan. Tingkat partisipasi pendidikan perempuan di tingkat menengah atas dan perguruan tinggi terus meningkat.

Menurut data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2023, sekitar 52 persen dari total mahasiswa di perguruan tinggi adalah perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa perempuan semakin mendapatkan akses yang lebih baik ke pendidikan tinggi, yang merupakan modal penting untuk berpartisipasi dalam transformasi kota.

Di sektor ekonomi, menurut data dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah tahun 2023, sekitar 60 persen dari total usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jakarta dimiliki dan dikelola oleh perempuan, yang pada akhirnya berkontribusi signifikan terhadap perekonomian lokal. Ini menunjukkan bahwa perempuan adalah kekuatan pendorong penting dalam pergerakan ekonomi Jakarta.

Walaupun dengan segala kemajuan yang telah dicapai, masih banyak pula perempuan Indonesia yang menghadapi berbagai kendala di kehidupan sehari-hari mereka. Seperti masalah kesetaraan gender di tempat kerja, angka kematian ibu dan anak yang relatif masih cukup tinggi dibandingkan dengan negara lain di Asia Tenggara, kekerasan berbasis gender, akses ke modal usaha, masih kurangnya representasi dalam politik dan kepemimpinan, dan lainnya. 

Jelas hal ini masih menjadi tugas yang besar dan tidak ringan untuk dihadapi bersama.
Untuk itulah, PUAN, sebagai organisasi yang memperjuangkan hak-hak perempuan Indonesia, akan terus berkomitmen untuk mendukung dan menginspirasi perempuan di Jakarta.

"Kami percaya bahwa dengan memberikan peluang, dukungan, dan platform yang tepat, perempuan Indonesia dapat meraih potensi tertinggi mereka dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi transformasi kota ini. Kami ingin melihat lebih banyak perempuan di posisi kepemimpinan, lebih banyak perempuan yang berinovasi, dan lebih banyak perempuan yang berkontribusi dalam membentuk masa depan Jakarta," ucap Sari.

Ketua Umum KADIN DKI Jakarta, Diana Dewi, S.E., yang turut hadir sebagai narasumber dalam dialog menambahkan, pengusaha adalah pejuang, maka dari itu perempuan pengusaha harus pintar melihat peluang dan harus berjuang agar Jakarta dapat menjadi Kota Global dan pastinya tidak kalah dengan negara-negara lain yang sudah memindahkan ibu kotanya ke daerah lain.

"Kita,sebagai perempuan Indonesia, harus optimis menyongsong masa depan yang lebih cerah," ujar Diana.

Transformasi Jakarta menuju Kota Global bukan hanya tentang pembangunan fisik atau ekonomi,tetapi juga bagaimana seluruh elemen masyarakat, termasuk perempuan, berperan aktif dalam perkembangan kota. Melalui kolaborasi inklusif dan berkelanjutan, Jakarta dapat menjadi kota global dalam praktik dan kenyataan.

Acara dialog yang diselenggarakan oleh PUAN DPW DKI Jakarta di Sarinah, Jakarta Pusat, ini juga turut dihadiri oleh Inke Prima Diyarni, Staf Ahli Kepala Bappeda Provinsi DKI Jakarta Bidang Perencanaan Strategis dan Pendanaan Pembangunan, dan Intan Fauzi, Ketua Umum PUAN.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya