Berita

Ketua Dewan Pakar PAN, Dradjad Wibowo/Net

Politik

Zulhas Dapat Dukungan Besar, Wajar Kongres Dimajukan

JUMAT, 28 JUNI 2024 | 11:59 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Wacana memajukan pelaksanaan Kongres PAN yang sedianya digelar tahun 2025 menjadi Agustus 2024, dinilai wajar. Terlebih, 38 DPW menginginkan Zulkifli Hasan atau Zulhas kembali memimpin.

Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Pakar PAN, Dradjad Wibowo, kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, di Jakarta, Jumat (28/6).

“Para tokoh dan pengurus PAN di pusat, serta para pemegang hak suara di pusat dan wilayah, semua meminta Bang Zul menjadi Ketum lagi untuk periode ketiga. Jadi alasannya sangat rasional dan kuat untuk memajukan jadwal kongres,” ungkapnya.


Di sisi lain, dimajukannya kongres bertujuan agar struktural dari pusat hingga desa/kelurahan mempunyai energi baru menghadapi Pilkada Serentak 2024.

“Selain itu, jika kongres dimajukan, bisa lebih dini konsolidasi organisasi di seluruh level. Dengan demikian punya waktu lebih panjang menyapa konstituen dan menyiapkan diri menuju 2029,” urainya.

Diberitakan sebelumnya, kabar dimajukannya Kongres PAN menguat, jelang rapat kerja nasional (Rakernas) yang akan digelar di Kantor DPP PAN, Jakarta Selatan, Sabtu (29/6).

Terlebih Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi, mengatakan, salah satu agenda Rakernas adalah mengubah AD/ART terkait kongres.

"Kami akan membahas revisi beberapa peraturan partai, jadi di depan ini tetap membangun proses demokrasi di internal sebagai salah satu syarat dari partai modern," kata Viva, Kamis (27/6).

Revisi AD/ART disebut-sebut menjadi pintu terlaksananya Kongres PAN Agustus 2024.

Dalam AD/ART diatur, kongres dilaksanakan sekali dalam lima tahun. Sementara kongres terakhir PAN digelar pada Februari 2020. Artinya, kongres seharusnya digelar pada 2025.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Febrie Adriansyah Resmi Ajukan Gugatan Praperadilan ke PN Jaksel

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:27

Menko Polkam: Aktivitas Masyarakat Tetap Normal, Pasar dan Mal Ramai

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:26

Gelombang Reshuffle Berlanjut, Zelensky Pecat Dubes Ukraina untuk AS

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:22

Harga Garam Brebes Anjlok saat Panen Raya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:16

Kelakuan SPPG di Ketapang: Rumah Wartawan Dikepung, Istrinya Diintimidasi

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:02

Situasi di Dalam Negeri Sangat-sangat Mantap

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:52

Laba Tergerus, Saham Lufthansa Anjlok 8 Persen

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:51

Kepemilikan Aset Tak Wajar Jadi Indikator Awal Pencucian Uang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:40

Api Membakar Lahan, Seorang Ayah Tak Pernah Pulang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:31

Koperasi Merah Putih Dinilai Jadi Penentu Implementasi Pasal 33 UUD 1945

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya