Berita

Dua terduga pelaku penipuan dengan modus like video di YouTube/Ist

Presisi

Dua Penipu Bermodus Like Postingan YouTube Diringkus

JUMAT, 28 JUNI 2024 | 09:26 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya meringkus dua terduga pelaku penipuan bermodus like video YouTube, hingga merugikan korban Rp800 juta.

Kasus berhasil diungkap setelah polisi menerima laporan dari salah satu korban, lewat laporan Nomor LP/B/2656/V/2024/SPKT/POLDA METRO JAYA, tertanggal 13 Mei 2024.

Berawal saat korban menerima telpon dari nomor tak dikenal yang menawarkan pekerjaan. Saat berinteraksi, pengirim pesan yang mengaku bernama F, bekerja sebagai asisten di sebuah perusahaan perabot rumah tangga dan furniture kantor, dan menawarkan pekerjaan ke korban untuk like video di YouTube dengan komisi Rp31.000. Selanjutnya korban dikirimi link telegram melalui WhatsApp.


Korban diwajibkan deposit sebelum bekerja. Sayangnya, setelah melakukan semua perintah pekerjaan, ternyata korban tidak mendapat untung sama sekali.

"Korban mengaku mengalami kerugian sebesar Rp806.220.000," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Ade Safri Simanjuntak, dalam keterangan tertulis, Jumat (28/6).

Akhirnya, penyidik dari Unit II Subdit IV Tipid Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya langsung bergerak dan berhasil menangkap kedua pelaku, EO (47) dan SM (29).

SM diamankan di Jalan Rawa Bengkel, Cengkareng, Jakarta Barat. Sedangkan EO diamankan di Jalan Murai, Cengkareng, Jakarta Barat. Keduanya ditangkap pada Selasa (25/6).

EO berperan memerintahkan tersangka S untuk mencari rekening baru. SM berperan mencari orang untuk membuat rekening, lalu menyerahkan kepada tersangka EO.

"Tersangka SM mengaku mendapat keuntungan Rp500 ribu untuk setiap rekening," kata Ade Safri.

Kini para tersangka dijerat Pasal 28 ayat (1) jo Pasal 45 ayat (1) UU 1 / 2024 tentang perubahan kedua atas UU 11 / 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/ atau Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan/ atau Pasal 81 dan atau Pasal 82 dan atau Pasal 87 UU 3 / 2011 tentang Transfer Dana dan/ atau Pasal 3, Pasal 4 dan Pasal 5 UU 8 / 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya