Berita

Kawasan ekonomi khusus/Net

Bisnis

Pengembangan KEK Berperan Memacu Pertumbuhan Ekonomi

KAMIS, 27 JUNI 2024 | 09:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pengembangan fasilitas kawasan perdagangan bebas (free trade zone/FTZ) dan kawasan ekonomi khusus (KEK) memiliki peran penting dalam memacu pertumbuhan ekonomi di Batam.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebutkan, kedua fasilitas tersebut mampu menarik lebih banyak investor untuk membangun industri baru di Batam.

"Dengan adanya fasilitas-fasilitas itu, investor masuk ke sini (Batam). Dari zaman Otorita Batam, kemudian jadi FTZ, dan kemudian KEK, semakin banyak industri yang masuk, berarti kan skala ekonominya terus berkembang," kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) Provinsi Kepulauan Riau Indra Soeparjanto, dalam acara Press Tour Kemenkeu di Batam, dikutip Kamis (27/6).


Pertumbuhan ekonomi Batam yang tercatat 5,01 persen pada kuartal I 2024, utamanya didukung oleh banyaknya industri pengolahan di daerah tersebut.

Batam berkontribusi sebesar 65 persen terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) Kepulauan Riau, menjadikannya sebagai penyumbang terbesar di provinsi tersebut.

Industri pengolahan juga masih menjadi komponen pembentuk PDRB terbesar berdasarkan kelompok lapangan usaha dengan andil sebesar 41,47 persen atau Rp35,49 triliun.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Wall Street Variatif, Nasdaq Naik Ditopang Saham AI

Rabu, 23 September 2026 | 08:21

Kejagung Garap Lima Saksi di Kasus Korupsi MBG, Ada Pegawai SPPG Karawang

Rabu, 23 September 2026 | 08:06

Emas Gagal Bersinar, Tertekan Ekspektasi Suku Bunga Ketat dan Penguatan Dolar AS

Rabu, 23 September 2026 | 07:41

Dolar AS Berfluktuasi Ditopang Ketidakpastian Minyak

Rabu, 23 September 2026 | 07:23

Bursa Eropa Beragam: Dorongan Sektor Teknologi Imbangi Tekanan Sektor Keuangan

Rabu, 23 September 2026 | 07:07

Ruang Amal Indonesia-IFG Life-Kemenko PM Hadirkan Program bagi Ojol Tunarungu

Rabu, 23 September 2026 | 06:40

Sering Kebakaran, Gedung Wajib Miliki Alat Deteksi Dini

Rabu, 23 September 2026 | 06:28

MUI Minta Pelaku Usaha Bersiap Hadapi Wajib Halal 18 Oktober

Rabu, 23 September 2026 | 06:18

Kursi Gibran Goyang

Rabu, 23 September 2026 | 06:03

Dua Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di RS Arab Saudi

Rabu, 23 September 2026 | 05:45

Selengkapnya