Berita

Aktivis HAM, Natalius Pigai/Ist

Dunia

Natalius Pigai: Anak-Anak Korban Serangan Rusia Butuh Perhatian Dunia!

SELASA, 25 JUNI 2024 | 17:18 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang terjadi di Ukraina tidak bisa didiamkan dunia internasional.

Mengutip data program kemanusiaan Ukraina, yakni Bring Kids Back UA, ribuan anak Ukraina telah dipindahkan secara paksa oleh Rusia dan dipisahkan dari keluarga.

"Ini masalah HAM besar, di mana perang Rusia ke Ukraina telah membuat ribuan anak menjadi korban. Mereka belum kembali ke keluarganya," kritik aktivis HAM, Natalius Pigai kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (25/6).


Pigai lantas mengungkap data anak-anak Ukraina korban perang yang dirilis oleh website Children of War. Sejak 24 Februari hingga hari ini, telah ada 19.546 anak dideportasi paksa keluar Ukraina. Dari angka tersebut hanya 388 orang yang kembali.

Data juga menunjukkan, korban anak yang meninggal mencapai 546 orang dan 1330 terluka. Sementara 15 di antaranya menjadi korban kekerasan seksual.

Pigai menekankan, upaya serius yang diinisiasi di kancah internasional untuk menekan Rusia sehingga anak-anak tidak berdosa itu bisa kembali ke pangkuan orang tuanya.

"Kami membutuhkan koalisi internasional. Tugas kemanusiaan harus mengalahkan sebuah ketakutan, was was, dan bahaya," tegas mantan Komisioner Komnas HAM ini.

Deportasi anak Ukraina menjadi perhatian serius setelah adanya surat perintah penangkapan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) terhadap Presiden Rusia, Vladimir Putin dan Menteri Perlindungan Anak, Maria Lvova-Belova pada Maret 2023.

Laporan menunjukkan, banyak anak dideportasi hingga diadopsi secara ilegal oleh Rusia. Sementara yang lainnya telah ditempatkan di kamp konsentrasi untuk diberi pendidikan ulang.

Pada bulan Januari 2024, kekhawatiran kembali muncul mengenai nasib anak-anak yang dideportasi ketika Presiden Putin menandatangani dekrit.

Berdasarkan keputusan tersebut, anak-anak Ukraina yatim piatu dan tanpa pengasuhan orang tua dapat memperoleh kewarganegaraan Rusia melalui keputusan pribadi Presiden Federasi Rusia.

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya