Berita

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu/Net

Dunia

Netanyahu Peringatkan Kemungkinan Perang dengan Lebanon

SENIN, 24 JUNI 2024 | 08:35 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Fase pertempuran melawan Hamas di Jalur Gaza sudah mereda dan pasukan Israel bisa saja dialihkan untuk perang berikutnya di Lebanon.

Skenario itu disampaikan oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dalam sebuah wawancara TV Channel 14, seperti dimuat PBS News pada Senin (24/6).

Netanyahu menjelaskan serangan di Rafah masih akan terus berjalan, namun pasukan yang dikerahkan menjadi lebih sedikit. Sehingga Israel memiliki peluang besar untuk memindahkan pasukan yang lebih besar dekat perbatasan Lebanon.


“Kami akan memiliki kemungkinan untuk memindahkan sebagian pasukan kami ke utara, dan kami akan melakukan itu,” ujarnya.

Netanyahu berbicara ketika menteri pertahanannya, Yoav Gallant, berada di Washington untuk melakukan pembicaraan dengan para pejabat Amerika mengenai perang dan ketegangan dengan Lebanon.

Bulan depan, Netanyahu sendiri diundang untuk berpidato di depan Kongres. Beberapa anggota Partai Demokrat, yang marah atas perselisihan antara Netanyahu dan Biden, mengatakan mereka tidak akan hadir.

Kelompok militer Lebanon, Hizbullah mulai melakukan serangan lintas batas terhadap Israel sejak perang Gaza meletus 7 Oktober lalu.

Hampir setiap hari keduanya saling baku tembak, namun pertempuran semakin meningkat dalam beberapa pekan terakhir, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya perang besar-besaran.

Hizbullah jauh lebih kuat dari Hamas, dan membuka front baru akan meningkatkan risiko perang yang lebih besar di kawasan yang melibatkan proksi Iran lainnya dan mungkin Iran sendiri akan terlibat.

Utusan Gedung Putih Amos Hochstein pekan lalu berada di wilayah tersebut untuk bertemu dengan para pejabat di Israel dan Lebanon dalam upaya menurunkan ketegangan. Namun pertempuran terus berlanjut.

Hizbullah mengatakan mereka akan terus memerangi Israel sampai gencatan senjata tercapai di Gaza.

Sekretaris Jenderal Hizbullah Hassan Nasrallah, pekan lalu memperingatkan Israel agar tidak melancarkan perang, sebab pihaknya memiliki senjata dan kemampuan intelijen baru yang dapat membantunya menargetkan posisi yang lebih penting di wilayah Tel Aviv.

Ancaman ini menyusul keberhasilan drone mereka menyusup ke wilayah Israel dan merekam situs-situs penting dan rahasia di sana.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

UPDATE

Kuota Internet Hangus Digugat ke Mahkamah Konstitusi

Jumat, 27 Februari 2026 | 00:01

Mantan Personel Militer Filipina Ungkap Skandal Politik Uang Pejabat Negara

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:56

Penanganan Kasus Lapangan Padel Jangan hanya Reaktif Usai Muncul Polemik

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:38

Legislator PKS Soroti Ketimpangan Politik Hukum Laut Nasional

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:22

PLN Enjiniring Raih Dua Penghargaan ITAY 2026

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:17

Tiga Syarat ‘State Capitalism’

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:04

CMNP Minta Sita Jaminan Rumah Hary Tanoe di Beverly Hills

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:47

IPK 2025 Anjlok ke 34, Rudy Darsono: Efek Jera Cuma Jualan Politik

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:37

Konektivitas Nasional di Daerah Bencana Pulih 100 Persen

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:32

BPKH Perkuat Sinergi Investasi Nasional dan Internasional Lewat Revisi UU

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:18

Selengkapnya