Berita

Ilustrasi

Dunia

Bank Dunia: India Negara dengan Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi

SENIN, 24 JUNI 2024 | 02:20 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Bank Dunia telah merevisi perkiraan pertumbuhan PDB India untuk tahun keuangan saat ini sebesar 20 basis poin menjadi 6,6 persen dari proyeksi sebelumnya di bulan Januari lalu sebesar 6,4 persen.

Bank Dunia baru-baru ini mengatakan India akan tetap menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia, meskipun laju ekspansinya diperkirakan tidak terlalu besar.

Dalam laporan Prospek Ekonomi Global terbaru, lembaga keuangan internasional tersebut mengaitkan revisi proyeksi pertumbuhan India dengan kuatnya investasi publik yang disertai dengan belanja modal swasta dan peningkatan konsumsi swasta.


Seperti dikutip dari Business Insider, pertumbuhan aktivitas industri India, termasuk manufaktur dan konstruksi, lebih kuat dari perkiraan, disertai dengan ketahanan aktivitas jasa, yang membantu mengimbangi perlambatan produksi pertanian yang sebagian disebabkan oleh musim hujan.

Pertumbuhan permintaan domestik tetap kuat, dengan lonjakan investasi, termasuk di bidang infrastruktur, yang mengimbangi moderasi pertumbuhan konsumsi karena berkurangnya permintaan yang terpendam pascapandemi.

Untuk tahun 2025-2026, Bank Dunia juga menaikkan proyeksi pertumbuhan dari 6,5 persen menjadi 6,7 persen.

“Perekonomian India didukung oleh permintaan domestik yang kuat, lonjakan investasi, dan aktivitas jasa yang kuat. India diproyeksikan tumbuh rata-rata 6,7 ??persen per tahun fiskal dari tahun 2024 hingga 2026 – menjadikan Asia Selatan sebagai kawasan dengan pertumbuhan tercepat di dunia,” demikian antara lain bunyi laporan Bank Dunia.

PDB per kapita di negara-negara berkembang dan berkembang (emerging market and developing economies/EMDEs), termasuk India, diperkirakan akan tumbuh rata-rata sekitar 3 persen pada tahun 2024-26, jauh di bawah rata-rata pada tahun 2010-19.

“Beberapa negara berkembang (EMDE) besar, seperti India, diperkirakan akan terus mengalami pertumbuhan per kapita yang solid,” katanya.

Aktivitas importir komoditas kecuali Tiongkok sangat kuat.

“Hal ini sebagian besar mencerminkan ketahanan di beberapa negara besar, terutama India, karena permintaan domestik yang terus menguat. Pertumbuhan lebih lemah di negara-negara importir komoditas lainnya sepanjang tahun ini,” tulis laporan itu lagi.

Menurut data resmi pemerintah India, PDB India tumbuh sebesar 8,2 persen selama tahun keuangan 2023-2024, dan negara ini terus menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat. Perekonomian India tumbuh masing-masing sebesar 7,2 persen pada tahun 2022-2023 dan 8,7 persen pada tahun 2021-22.

Reserve Bank of India dalam pertemuan kebijakan moneter terbarunya menaikkan perkiraan PDB saat ini untuk tahun 2024-25 menjadi 7,2 persen dari 7 persen sebelumnya.

Morgan Stanley memperkirakan pertumbuhan India sebesar 6,8 persen pada tahun 2024.

India diperkirakan akan tetap menjadi negara dengan pertumbuhan tercepat di antara negara-negara besar pada tahun 2024, menurut World Economic Outlook terbaru dari Dana Moneter Internasional (IMF). Dalam proyeksi terbarunya, IMF menaikkan proyeksi pertumbuhan India pada tahun 2024 dari 6,5 persen menjadi 6,8 persen.

PBB baru-baru ini menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi India pada tahun 2024 dari 6,2 persen menjadi 6,9 persen, terutama didorong oleh kuatnya investasi publik dan ketahanan konsumsi swasta.

Moody's Ratings memperkirakan India akan tumbuh sebesar 6,6 persen pada tahun keuangan saat ini 2024-25.

Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (Organisation for Economic Co-operation and Development/OECD) memproyeksikan India akan tumbuh 6,6 persen dalam dua tahun ke depan.

Bank Pembangunan Asia (ADB) telah meningkatkan perkiraan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) India untuk tahun keuangan 2024 dari 6,7 persen menjadi 7 persen.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya