Berita

Ilustrasi foto/Net

Publika

Infrastruktur Negara Kepulauan

Oleh: Prof. Daniel M. Rosyid*
SABTU, 22 JUNI 2024 | 06:45 WIB

INDONESIA adalah negara kepulauan bercirikan Nusantara dengan bentang alam seluas Eropa. Aceh adalah Glasgow, sementara Merauke adalah Istanbul. Hampir 70 persen wilayah Republik ini adalah laut. Sisanya adalah daratan yang terdiri dari ribuan pulau.

Jika infrastruktur adalah bangunan buatan manusia yang memungkinkan kegiatan produktif manusia dilakukan dengan aman dan efisien, maka kapal adalah infrastruktur negara kepulauan, bukan hanya jalan, jembatan dan pelabuhan saja. Kapal itulah jembatan antar-pulau kita.

Ginie rasio yang mendekati 0,40 dan kesenjangan spasial yang mengancam persatuan kita sebagian disebabkan oleh paradigma benua yang masih menjadi model pembangunan kita, terutama setelah UUD 45 digusur oleh UUD 2002. Model inilah yang menyusup diam-diam dalam alam pikir para perencana pembangunan.


Arsitektur kabinet kita juga tidak mencerminkan kesadaran kepulauan ini. Kita perlu segera membentuk Sea and Coast Guard sebagai representasi pemerintahan di laut yang terpadu sehingga kegiatan ekonomi di laut dapat berlangsung dengan efisien, efektif, dan aman serta berkelanjutan.

Sebab kedua adalah kelalaian karena menikmati kemudahan eksploitasi sumberdaya alam yang melimpah seperti pertambangan dan pertanian dan perkebunan. Kita dihinggapi penyakit Belanda yang kekayaannya berasal dari ekspor hasil-hasil pertanian dan perkebunan serta rempah-rempah. Kita terjebak dalam ekonomi komoditi, lalu terseok membangun ekonomi jasa.

Kita harus segera melakukan hilirisasi dengan mengolah kekayaan sumberdaya alam dan agromaritim itu menjadi besaran-besaran bernilai tambah tinggi. Kita juga harus melakukan maritimisasi dengan mengembangkan kemampuan trade and commerce atas produk-produk hasil hilirisasi tersebut dengan melakukan ekspor dan impor dengan armada laut nasional, termasuk mengadopsi rezim barter dan pembayaran berbasis emas.

Tanpa ini, negara yang kaya sumberdaya alam ini justru terkutuk, bukan menjadi negara yang mampu memimpin ASEAN sekaligus mengimbangi China dan India.

Masa depan negeri kepulauan ini akan tergantung pada produktivitas armada laut nasional kita. Sedang ini tergantung dari kapasitas angkut armada-armada kita, kecepatannya, dan efisiensi pelabuhan-perubahan kita.

Melalui jalan ini, visi Republik yang dirumuskan oleh para pendiri bangsa sebagai bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur bisa menjadi kenyataan. Bukan menjadi kuli bagi bangsa-bangsa lain.

*Penulis adalah Guru Besar Fakultas Teknologi Kelautan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS)

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya