Berita

Provinsi Papua Tengah/Ist

Politik

Survei Indo Barometer, Willem Wandik Unggul di Pilgub Papua Tengah

KAMIS, 20 JUNI 2024 | 20:03 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Lembaga survei Indo Barometer melakukan survei dan pemetaan calon Gubernur Provinsi Papua Tengah yang baru saja dimekarkan dari Provinsi Papua. Survei dilakukan pada tanggal 1-9 April 2024 di seluruh Provinsi Papua Tengah meliputi 8 kabupaten yaitu Deiyai, Dogiyai, Intan Jaya, Mimika, Nabire, Paniai, Puncak dan Puncak Jaya.

Peneliti Indo Barometer Christopher Nugroho menyampaikan bahwa dari sejumlah pertanyaan yang diajukan kepada responden atau masyarakat terkait nama-nama potensial calon gubernur Papua Tengah, nama Willem Wandik menjadi tokoh dengan elektabilitas tertinggi yakni sebesar 18,7 persen, sementara nama lainnya di bawah angka 10 persen.

“Dari pertanyaan tertutup terhadap 16 nama calon gubernur, Willem Wandik paling banyak dipilih 18,7 persen, kemudian Yuni Wonda 7,7 persen, Natalis Tabuni 6,1 persen, Eltinus Omaleng 5,9 persen, Isaias Douw 5,7 persen, Timotius Murib 5,5 persen, Meki Fritz Nawipa 2,9 persen, Ateng Edowai 2,6 persen, Pietrus Waine 2,1 persen,” ujar Chris, Kamis (20/6).


“Nama lainnya kurang dari 2 persen. Pemilih yang menyatakan tidak akan memilih atau rahasia, belum memutuskan, tidak tahu, tidak jawab 34,9 persen,” sambungnya.

Lanjut Chris menuturkan begitu juga ketika simulasi pertanyaan tertutup dengan 6 nama calon gubernur, Willem Wandik masih jauh unggul secara signifikan dibanding kandidat lainnya.

“Willem Wandik paling banyak dipilih 20,5 persen, kemudian Yuni Wonda 9,1 persen, Isaias Douw 6,7 persen, Eltinus Omaleng 6,1 persen, Ateng Edowai 3,4 persen, dan Meki Fritz Nawipa 3,0 persen. Pemilih yang menyatakan tidak akan memilih, rahasia, belum memutuskan, tidak tahu atau tidak jawab sebesar 51 persen,” bebernya.

Lebih lanjut, Chris mengatakan uniknya ketika dikerucutkan dengan simulasi 4 nama calon gubernur, Willem Wandik makin menguat elektabilitasnya mencapai di atas 20 persen.

“Willem Wandik unggul dengan tingkat keterpilihan antara 21,3-22,8 persen, kemudian Yuni Wonda 9,1 persen, Isaias Douw 7,1 persen, Eltinus Omaleng 6,2 -6,7 persen, Meki Fritz Nawipa 3,7 persen, dan Ateng Edowai 3,5 persen,” ucapnya.

Sementara nama-nama calon wakil gubernur, Chris mengatakan masih sangat dinamis sebab tidak ada tokoh yang unggul secara signifikan.

Dia menjelaskan untuk klasemen wakil gubernur dengan simulasi 16 nama ditempati Timotius Murib dengan elektabilitas 5 persen, dibuntuti secara ketat oleh Yuni Wonda dan Eltinus Omaleng yang sama-sama berada pada elektabilitas 4,8 persen, nama lainnya di bawah 4 persen.

“Timotius Murib dipilih 5 persen, Yuni Wonda dan Eltinus Omaleng masing-masing 4,8 persen, FX Mote 3,9 persen, Aloysius Giyai 3,7 persen, Ateng Edowai 3 persen. Nama lainnya  kurang dari 3 persen. Pemilih yang menyatakan tidak akan memilih, rahasia, belum memutuskan, tidak tahu, tidak jawab 56,2 persen,” paparnya.

Begitu juga dengan simulasi 8 nama, Chris memaparkan tidak ada perbedaan elektabilitas calon wakil gubernur yang menonjol meski peringkat pertama masih ditempati Timotius Murib dengan elektabilitas 6,3 persen.

“Timotius Murib dipilih 6,3 persen, Eltinus Omaleng 4,9 persen, FX Mote 4,3 persen, Ateng Edowai 3,8 persen, Aloysius Giyai 3,5 persen, Yunus Wonda 3,4 persen, Yakobus Dumupa 2,7 persen, dan Herman Kayame 1,7 persen. Pemilih yang menyatakan tidak akan memilih/rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab 69.4 persen," beber dia.

Sedangkan berdasarkan temuan survei, tiga permasalahan mendesak yang harus segera dibenahi pemerintah provinsi Papua Tengah, ialah masalah keamanan seperti narkoba, penembakan dan penculikan sebesar 25,9 persen.

Kemudian sulitnya kondisi ekonomi rakyat sebesar 13,8 persen dan sulitnya lapangan pekerjaan 9,1 persen.

“Permasalahan mendesak di Provinsi Papua Tengah yang paling banyak diungkap adalah masalah keamanan, sulitnya kondisi ekonomi rakyat, dan sulitnya lapangan pekerjaan,” jelasnya.

Adapun masalah mendesak di lingkungan tempat tinggal yang butuh segera diatasi yaitu masalah keamanan 10,7 persen, sulit mendapatkan air bersih 10,6 persen dan sulitnya kondisi ekonomi rakyat 10,2 persen.

“Permasalahan mendesak di lingkungan tempat tinggal yang paling banyak diungkap adalah masalah keamanan, sulit mendapatkan air bersih, dan sulitnya kondisi ekonomi rakyat,” tukasnya.

Diketahui, survei Indo Barometer melibatkan sebanyak 820 responden yang mempunyai hak pilih, yaitu minimal berusia 17 tahun atau sudah menikah pada saat survei dilakukan.

Margin of error kurang lebih 3,42 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Metode penarikan sampel adalah multistage random sampling. Teknik pengumpulan data adalah wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

UPDATE

Pakistan Siap Jadi Tuan Rumah Putaran Baru Perundingan Iran-AS

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:13

Rayakan Persib Juara, Replika Maung Raksasa Bomber Guncang Asia Afrika

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:06

Iran Tempuh Jalur Damai dengan Kekuatan dan Diplomasi Bermartabat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:02

Rudi Hartono: Blackout Sumatera Momentum Evaluasi Jaringan dan Mitigasi

Minggu, 24 Mei 2026 | 15:30

Ekonomi Syariah Harus Perkuat Perlindungan Sosial Masyarakat

Minggu, 24 Mei 2026 | 15:10

PHE Optimistis Proyek CCS Indonesia-Korsel Buka Peluang Investasi Baru

Minggu, 24 Mei 2026 | 15:02

Kualitas Konsumsi Jemaah Haji Harus Dijaga Meski Dapur Berjarak 12 Km

Minggu, 24 Mei 2026 | 15:00

Trump: Kesepakatan Damai Iran Hampir Rampung, Selat Hormuz Segera Dibuka

Minggu, 24 Mei 2026 | 14:49

Pertamina Trans Kontinental Optimalkan Layanan Maritim Lewat Kerja Sama STS Proyek FAME

Minggu, 24 Mei 2026 | 14:47

Menkop Sindir Organisasi yang Hanya Sibuk Seremonial

Minggu, 24 Mei 2026 | 14:30

Selengkapnya