Berita

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un saat melakukan pertemuan di lokasi peluncuran roket ruang angkasa Vostochny Cosmodrome di wilayah Amur, Timur Jauh Rusia pada Rabu, 13 September 2023/Net

Dunia

Putin Janji Tingkatkan Perjanjian Dagang dan Keamanan dengan Korut

SELASA, 18 JUNI 2024 | 11:15 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Rusia akan membangun kerja sama dalam sistem perdagangan dan keamanan dengan Korea Utara (Korut)

Hal tersebut dikatakan Presiden Vladimir Putin dalam suratnya kepada Korut jelang kunjungannya ke Pyongyang hari ini untuk kunjungan selama dua hari.

“Kami akan mengembangkan mekanisme perdagangan alternatif dan penyelesaian bersama yang tidak dikendalikan oleh Barat, dan bersama-sama menolak pembatasan sepihak yang tidak sah,” tulis Putin, dikutip dari Reuters, Selasa (18/6).


“Dan pada saat yang sama ?" kami akan membangun arsitektur keamanan yang setara dan tak terpisahkan di Eurasia," sambungnya.

Dalam surat tersebut, Putin mengucapkan terima kasih kepada Korea Utara karena mendukung operasi militer khususnya Ukraina, dan berjanji akan mendukung upaya Pyongyang untuk membela kepentingannya meskipun ada tekanan, pemerasan, dan ancaman militer AS.

Adapun kunjungan ini akan menjadi kunjungan pertama Putin ke Korea Utara dalam 24 tahun terakhir, bersama sejumlah delegasi lainnya seperti Menteri Pertahanan Rusia Andrei Belousov, Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov dan orang penting Putin di bidang energi, Wakil Perdana Menteri Alexander Novak.

Menjelang kunjungan tersebut, Korea Utara tampaknya telah melakukan persiapan untuk kemungkinan parade militer di pusat kota Pyongyang.

Sebagai informasi, kerja sama militer, ekonomi dan yang lainnya antara kedua negara itu telah meningkat tajam sejak Presiden Korea Utara, Kim Jong Un berkunjung ke Rusia Timur Jauh pada September untuk bertemu dengan Putin, yang merupakan pertemuan pertama keduanya sejak 2019.

Kunjungan tersebut dilakukan di tengah banyaknya tuduhan dari para pejabat AS dan Korea Selatan tentang kemungkinan Pyongyang menyediakan artileri, rudal dan peralatan militer lain bagi Rusia, untuk membantu melanjutkan pertempuran mereka di Ukraina, dengan kemungkinan imbalan berupa teknologi militer penting dan bantuan.

Korea Utara dan Rusia membantah tuduhan terkait pengiriman senjata tersebut, yang  merupakan pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB.

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya