Berita

Juru Bicara II Kemlu Rolliansyah Sumirat/Net

Dunia

Kemlu Ungkap Alasan Indonesia Abstain di KTT Perdamaian Ukraina

SELASA, 18 JUNI 2024 | 09:05 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Keputusan Indonesia untuk abstain dalam pemungutan suara komunike bersama KTT Perdamaian Ukraina di Swiss cukup menjadi sorotan.

Menurut laporan Presiden Swiss Viola Amherd, deklarasi itu mendapat dukungan dari 80 negara dan empat organisasi internasional.

Sementara 16 negara dan organisasi, termasuk Indonesia, Libya, Arab Saudi, Thailand, India, Meksiko, Afrika Selatan, Brasil, dan Uni Emirat Arab memilih abstain.


Kementerian Luar Negeri RI akhirnya buka suara. Dalam sebuah pernyataan yang diterima redaksi pada Selasa (18/6), Juru Bicara II Kemlu Rolliansyah Sumirat menjelaskan alasan mengapa Indonesia mengambil sikap abstain terhadap rancangan tersebut.

Rolliansyah lebih dulu mengungkap bahwa yang hadir mewakili Indonesia di KTT Perdamaian Ukraina di Swiss adalah Duta Besar Ngurah Swajaya yang ditunjuk Menlu RI Retno Marsudi sebagai Special Envoy.

"Kehadiran Special Envoy Indonesia mencerminkan komitmen kuat Indonesia terhadap penegakan hukum internasional & Piagam PBB," paparnya.

Terkait dengan keputusan abstain, Rolliansyah merujuk pada posisi Indonesia yang memandang konflik Ukraina hanya bisa diselesaikan melalui perundingan dan negosiasi dari semua pihak berkonflik.

"Pandangan utama yang disampaikan Indonesia adalah bahwa penyelesaian konflik harus melibatkan pihak-pihak dalam konflik," tegasnya.

Dikatakan Rolliansyah, Indonesia mungkin bisa memberikan persetujuan jika deklarasi bersama akan jauh lebih baik jika dihasilkan dari proses yang inklusif dan berimbang.

"Indonesia menilai joint communique akan lebih efektif bila disusun secara inklusif dan berimbang," pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Dilema Kelas Menengah dan Bawah di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:31

Lewat Surat Terbuka, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:20

Prabowo Berbelasungkawa atas Wafatnya Jenderal TNI Purn Subagyo

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:17

Harga Emas Antam Ambruk, Termurah Dijual Rp1,33 Juta

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:13

Sempat Dirumorkan Meninggal, Kim Jong-un Muncul di Pameran Mode Korut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:03

Muslim Arbi Apresiasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Swasembada Beras Jadi Prestasi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:59

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Rupiah Bergerak ke Rp18.023 per Dolar AS

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:49

Komisi II DPR Desak HGU Perusahaan Pembakar Hutan Dicabut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:44

BEI Pastikan Saham HSC Tetap Diperdagangkan, Hanya Dicoret dari Hitungan IHSG

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:40

IHSG Dibuka Merah, Dua Menit Perdagangan Langsung Lompat 1,8 Persen

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:22

Selengkapnya