Berita

Pakar Ekonomi, Faisal Basri/Repro

Politik

Korupsi Musuh Besar Para Investor

SENIN, 17 JUNI 2024 | 22:38 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Investor asing bakal tertarik masuk ke Indonesia, jika sistem pengelolaan lingkungan (environment) dan pemerintahan (government) bagus dan mampu mendorong pemberantasan korupsi.

Hal itu disampaikan pakar ekonomi Faisal Basri dalam diskusi di akun Youtube Novel Baswedan dengan tema Hilirisasi Proyek Sesat dan Omong Kosong? Siap-siap Badai PHK, Senin (17/6).

Faisal mengurai saat ini ada indikator investor masuk atau tidak ke sebuah negara dari indeks Environment, Social and Government (ESG).


"Itu dilihat dari ESG-nya, jadi bukan indeks tingkat keuntungan, tapi indeks environment social and government," kata Faisal Basri.

Dari segi ESG, kata Faisal, Indonesia cukup rendah terlebih adanya budaya korupsi yang menjamur, sehingga membuat para investor asing berpikir ulang menaruh uangnya di Indonesia.

"Jadi korupsi itu konsen dari investor. Nah ESG kita itu rendah, bukan sangat rendah, tapi rendah. Sehingga risiko berinvestasi berdasarkan ESG itu, tinggi, walaupun ada yang lebih jelek lagi," katanya.

Ia meminta agar pemerintah jujur kepada rakyat tentang ESG tersebut yang lebih rendah dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand.

Oleh sebab itu, pihaknya meminta pemerintah perlu memusuhi budaya korupsi untuk menarik simpati para investor asing.

"Jadi ini bukti bahwa korupsi itu musuh investasi," tutupnya.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

UPDATE

Polisi seperti Tidak Mampu Tangani Begal

Minggu, 24 Mei 2026 | 06:05

Klub Milik Kaesang Turun Kasta

Minggu, 24 Mei 2026 | 05:27

Hormati Ritual Haji, Trump Tunda Serang Iran

Minggu, 24 Mei 2026 | 05:14

Jokowi Tak Pernah Diperiksa APH Meski Namanya Sering Disebut Pejabat Korupsi

Minggu, 24 Mei 2026 | 05:11

Kritikan Anies ke Prabowo Bagai Oase

Minggu, 24 Mei 2026 | 04:26

Terkecuali Amerika

Minggu, 24 Mei 2026 | 04:14

Amien Rais: Jokowi Lapar dan Haus Kekuasaan

Minggu, 24 Mei 2026 | 04:03

Wamen ESDM Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik Pascablackout di Sumatera

Minggu, 24 Mei 2026 | 03:38

Publik Diajak Peduli Alam dan Satwa Lewat Kompetisi IAPVC 2026

Minggu, 24 Mei 2026 | 03:32

Modus Aseng "Menaklukan" Aparat agar Tambang Ilegal Tak Tersentuh Hukum

Minggu, 24 Mei 2026 | 03:01

Selengkapnya