Berita

PT Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk (ASHA)/Net

Bisnis

ASHA Mencatat Rugi Rp20,65 Miliar di 2023, Ini Penyebabnya!

SENIN, 17 JUNI 2024 | 14:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Emiten perikanan PT Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk (ASHA) mencatat kerugian sebesar Rp20,65 miliar sepanjang 2023.

Manajemen memaparkan, hal itu berbanding terbalik dengan tahun sebelumnya, di mana ASHA mencatat laba senilai Rp13,78 pada 2022.

Manajemen pun memaparkan penyebab kerugian yang dialami perusahaan. Menurutnya, kondisi ini berlangsung saat penjualan ikan ASHA melandai 10 persen yoy menjadi Rp404,35 miliar, dipengaruhi tekanan terhadap ekspor sebesar 43 persen, tersisa Rp67,05 miliar, dari semula Rp118 miliar.


Manajemen mengungkapkan ada penurunan demand (permintaan) ekspor sekaligus harga pembelian dari China seiring perubahan perilaku konsumsi.

"Pada pasar China ada switching, dari sebelumnya mereka sudah konsumsi produk dengan nilai yang cukup tinggi ke nilai yang lebih ekonomis," kata manajemen dalam paparan publik di Jakarta, baru-baru ini, dikutip Senin (17/6).

Hal ini menyebabkan perusahaan melakukan cadangan penurunan persediaan sebesar Rp8,5 miliar.

"Akibatnya perusahaan mencatatkan kerugian sebesar Rp20 miliar," kata manajemen.

Perusahaan masih fokus mengoptimalkan penjualan di pasar domestik, dengan mendorong transaksi bisnis ke bisnis (B2B). Lebih jauh diversifikasi produk dan pasar tengah dipacu agar mampu menyasar market potensial selain China.

Hingga akhir Maret 2024, penjualan ikan ASHA menembus Rp54,28 miliar. Realisasi ini turun 28,3 persen yoy dari periode sama tahun lalu senilai Rp75,77 miliar.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya