Berita

Hasnu Ibrahim maju sebagai kandidat Ketua Umum PB PMII periode 2024-2029/Istimewa

Politik

Hasnu Ibrahim Maju Calon Ketum PB PMII untuk jadi Penyempurna

SABTU, 15 JUNI 2024 | 23:31 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kongres Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) XXI yang akan digelar di Palembang, Sumatera Selatan, pada 12-14 Agustus 2024 adalah momen untuk memilih ketua umum baru. Salah seorang pengurus telah mendaftar sebagai kandidat.

Adalah Hasnu Ibrahim yang kini menjabat Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PB PMII Bidang Politik, Hukum dan HAM periode 2021-2024, resmi mendaftarkan diri dan mengembalikan berkas pencalonan Ketua Umum PB PMII periode 2024-2027.

Hasnu mengatakan, berkas pendaftaran telah dikembalikan ke Kantor PB PMII, Jalan Salemba Tengah, Jakarta Pusat, pada Kamis malam (13/6) didampingi sejumlah tim pemenangan.


"Sebagai kader PMII yang sedang di struktural, kami memohon izin dan restu," ujar Hasnu, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (15/6).

Hasnu membawa visi penyempurnaan organisasi, memandang PMII pada tahun ini memasuki 64 tahun, merupakan usia matang dalam menyambut PMII Emas 2060 sebagai 100 tahun PMII.

"Penyempurnaan tersebut dimulai dari metode kaderisasi, metode gerakan, metode dakwah, pangkalan data organisasi, kelembagaan dan restrukturisasi, elektronik PMII, ekosistem ekonomi organisasi dan paradigma PMII," jelas Hasnu.

Ia mengatakan, penyempurnaan organisasi masih menjadi pekerjaan rumah (PR) sejarah PMII, sehingga arah gerakan ke depan diharapkan tidak lagi berkutat pada persoalan yang sama, melainkan sudah memikirkan tentang bagaimana menghadirkan sistem meritokrasi untuk negeri.

Untuk mencapai hal tersebut, Hasnu mendorong zonasi gerakan berbasis isu-isu lokal seperti lingkungan, masyarakat adat, hak asasi manusia (HAM), agraria, kelautan dan perikanan, maritim, pariwisata, pertambangan dan energi, industri dan ketenagakerjaan.

"Penataan zonasi gerakan berbasis isu lokal ini akan menjadi role model kepemimpinan ke depannya yang dapat melakukan lompatan-lompatan besar terhadap kemajuan PMII pada gerakan eksternal," tutur Hasnu.

Di samping itu, Hasnu menilai sejumlah masalah krusial saat ini patut menjadi fokus PMII. Misalnya soal pembangunan demokrasi, penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, desentralisasi dan otonomi daerah, omnibus law Cipta Kerja, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), birokrasi lokal dan kesejahteraan masyarakat lokal yang bersinggungan secara langsung dengan publik.

Untuk itu, dia berkomitmen apabila diamanahi posisi Ketua Umum akan menjadikan PB PMII sebagai pengawal visi pembangunan bangsa dan negara Indonesia.

"PMII sebagai kekuatan masyarakat sipil harus berperan aktif dalam mengawal agenda pemerintahan demi mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang maju, berdaulat dan berkelanjutan," terang Hasnu.

Lebih lanjut, Hasnu juga memastikan desain kepemimpinan PMII selanjutnya harus bermuara pada pemikiran "PMII Untuk Indonesia". Hal itu sebagai gayung bersambut dari Ibu Kota Nusantara sebagai sinyal transformasi bangsa.

"Menangkan Indonesia artinya kita harus berkolaborasi dengan semua pihak untuk bersama-sama mengatasi kemiskinan, gizi buruk, kualitas pendidikan, korupsi dan penegakan hukum, pemerataan pembangunan dan sejumlah problem kenegaraan lainnya," tambahnya.

Hasnu mengawali proses sebagai aktivis PMII pada 2014 di PC PMII Kupang, Nusa Tenggara Timur, region Bali Nusra.

Alumnus Magister Ilmu Politik Universitas Nasional (Unas) Jakarta tersebut aktif sebagai kontributor penulisan opini di beberapa media nasional maupun lokal, merespons isu politik, hukum, perbandingan ideologi, filsafat, kelautan dan perikanan, juga maritim.

Selain itu, Hasnu juga aktif dalam beberapa lembaga riset dan konsultan pemilu dan demokrasi. Salah satu buah pemikirannya dituangkan dalam buku berjudul "Omnibus Law Cipta Kerja di Indonesia: Kontroversi, Oligarki, dan Tantangan Demokrasi".

Hasnu berkeyakinan bahwa menata organisasi mahasiswa sebesar PMII membutuhkan ilmu pengetahuan dalam menggerakan pergerakan, menyempurnakan PMII dan memenangkan Indonesia dari kemiskinan, keterbelakangan, keadilan ekonomi, dan sejumlah PR kenegaraan lainnya.

Kedua, punya modal sosial. Di mana dia memiliki jaringan yang cukup luas baik skala nasional dan lokal. Sebagai pribadi yang dikenal tekun baik berdiskusi, menulis dan aktif dalam gerakan sosial, dan riset maka sudah jelas memiliki persekawanan di level nasional dan lokal yang cukup bagus.

Melalui persekawanan tersebut, dirinya mempelajari banyak hal dari lingkungan eksternal sebagai keyakinannya dalam menata PMII ke depannya, terutama pada penguasaan isu-isu tertentu dengan metode kerja dan riset yang tepat.

Ketiga, modal kepemimpinan. Sejak di bangku SMA, Hasnu telah didapuk dengan sejumlah prestasi kepemimpinan. Sebut saja menjadi Ketua OSIS di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 01 Manggarai Timur.

Di PMII, ia belajar nilai-nilai kepemimpinan sejak diamanahkan oleh kawan-kawannya menjadi Ketua Rayon PMII, Ketua Komisariat PMII, Ketua PMII Kupang, Inisiator Pembentukan PKC PMII Persiapan NTT, dan Wakil Sekretaris Jenderal PB PMII Bidang Politik, Hukum dan HAM di bawah kepemimpinan Ketua Umum Muhammad Abdullah Syukri.

Selain itu, ia juga meraih sejumlah prestasi di organisasi di luar PMII. Seperti Pendiri Gerakan Politik Rakyat (Gerpol Rakyat), Direktur Utama PT Sepang Media Indonesia, Pemimpin Redaksi Kantor Berita Sepang Indonesia, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Indonesia Youth Congress (DPP IYC) Bidang Politik dan Pemerintahan, Koordinator Bidang Advokasi Kebijakan dan Pendampingan Korban pada Lembaga Hukum dan HAM Pelayanan Advokasi untuk Keadilan Indonesia, Peneliti Kata Rakyat, hingga Riset dan Konsultan yang bergerak pada isu pendidikan politik, demokrasi, dan kepemiluan.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya