Berita

Pengamat politik dan pemerhati bangsa Tony Rosyid/Net

Publika

Anies-Kaesang Paslon Tunggal?

OLEH: TONY ROSYID*
JUMAT, 14 JUNI 2024 | 23:12 WIB

PDIP mulai melihat Anies Baswedan sebagai sosok masa depan. Lantaran Anies belum memiliki lawan seimbang di Pilgub Jakarta. Semua berebut untuk mengambil Anies sebagai kandidat calonnya, termasuk PDIP.

PDIP DKI Jakarta sepakat untuk mengusung mantan rival Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ini maju di Pilgub Jakarta.

DPD PDIP DKI Jakarta hanya menunggu persetujuan dari Sang Ketua Umum, Megawati Soekarnoputri. Keluar surat, PDIP akan deklarasikan Anies Baswedan, menyusul PKB. PKB-lah yang pertama kali deklarasi Anies Baswedan untuk Pilgub Jakarta.


Tidak kalah dengan manuver PDIP, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep juga memberi sinyal untuk mendampingi Anies sebagai cawagubnya. Apakah PSI bisa satu perahu dengan PDIP? Banyak pihak yang penasaran dengan isu ini.

Tidak mau ketinggalan, PKS yang notabene menjadi back bone Anies Baswedan pun ikut melakukan manuver. PKS akan menjajagi komunikasi dengan PSI. Apakah PKS juga akan setuju untuk memasangkan Anies-Kaesang?

Dalam politik, tidak ada yang mustahil. Yang mustahil itu "menghidupkan orang mati". Selain itu, semuanya mungkin terjadi.

PKS punya 18 kursi di Jakarta. Sementara PSI punya 8 kursi. Mungkinkah PKS mau mengalah dengan memberikan posisi cawagub kepada Kaesang untuk mendampingi Anies Baswedan? Kalau ini dijadikan sebagai syarat buat PKS untuk masuk koalisi istana, barangkali ini adalah win win solution.

Tidak ada makan siang gratis. Semua ada harganya. Di politik, harga itu bisa dinegosiasikan. Inilah seninya dalam berpolitik. Berlaku teori pertukaran: "Cogito ergo sum". Aku memberi supaya anda memberi.

Pencalonan Anies-Kaesang kuncinya ada di PKS. Kalau PKS oke, semua akan oke. Kecuali PDIP yang tidak mudah bisa menerima Kaesang, putra bontot presiden Jokowi ini. Apa kata dunia kalau PDIP ikut mengusung Kaesang. Bagi PDIP, pasangan Anies-Kaesang akan menciptakan dinamika di internal partai.

Bagaimana pula dengan usia Kaesang yang belum genap 30 tahun saat pendaftaran? Sementara KPU belum mengakomodir putusan Mahkamah Agung (MA) untuk kemudian mengubah aturan usia di PKPU. Secara moral, ini yang akan menjadi persoalan. Meski secara hukum, semua bisa dikondisikan oleh intervensi politik.

Jika Anies-Kaesang disepakati oleh PKS, maka ini akan menutup pintu Ridwan Kamil untuk maju di Jakarta. Ridwan Kamil dipaksa balik ke Jawa Barat.

Baliknya Ridwan Kamil ke Jawa Barat akan mengacaukan rencana Gerindra-PAN untuk memasangkan Dedi Mulyadi-Bima Arya. Di Jawa Barat, Ridwan Kamil tidak mudah untuk ditumbangkan. Susah cari lawan tandingnya. Beda di Jakarta. Rudwan Kamil rentan tumbang.

Memasangkan Anies-Kaesang bisa membuka peluang adanya paslon tunggal dari parpol. Anies-Kaesang diusung oleh PKS, PKB, Nasdem, PSI, Golkar, Gerindra dan PAN. Jokowi cukup memanggil ketum-ketum partai itu, semua akan beres. Agustus nanti, saat pendaftaran pilgub, Jokowi masih jadi Presiden RI.

Walaupun Gerindra melalui juru bicaranya terus berupaya menyodorkan Ridwan Kamil maju di Pilgub Jakarta, tapi kalau Jokowi turun tangan, semua manuver akan berhenti. Adapun bagi PDIP, situasi ini bisa membuat partai yang dinahkodai Megawati ini akan kesulitas untuk cari partner koalisi.

Saat ini, semua sedang menunggu bagaimana respon PKS terhadap wacana Anies-Kaesang ini. Menunggu apa keputusan PKS setelah ketemu dengan PSI minggu depan.

*Penulis adalah pengamat politik dan pemerhati bangsa

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya