Berita

Diskusi ilmiah bertajuk "Figur Gubernur Aceh pada Pilkada Serentak", di Universitas Syiah Kuala, Kamis (13/6)/RMOLAceh

Politik

Aceh Butuh Pemimpin Cerdas dan Berkarakter

JUMAT, 14 JUNI 2024 | 05:57 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Provinsi Aceh membutuhkan sosok pemimpin yang ideal. Seperti memiliki karakter pemenang, berkomitmen, terbuka, dan menerima berbagai masukan atau saran.

“Maka ini yang terpenting, tidak hanya berbicara soal fee dan proyek. Tapi masa depan Aceh yang lebih baik,” kata pengamat ekonomi Universitas Syiah Kuala (USK), Rustam Effendi,  dalam diskusi ilmiah bertajuk "Figur Gubernur Aceh pada Pilkada Serentak", di USK, Kamis (13/6).

Menurut Rustam, sosok pemimpin yang cerdas dan punya political will memang sangat dibutuhkan. Namun apabila tidak punya beberapa karakter yang mumpuni akan sia-sia.


“Karena itu kunci kegagalan," jelasnya.

Sementara, Rektor USK, Profesor Marwan mengatakan, siapapun gubernur yang terpilih harus mampu menyelesaikan persoalan ekonomi dan pendidikan di Aceh. Sehingga berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat.

"Pendidikan semakin baik berdampak juga pada perekonomian. Ini dua hal yang perlu diselesaikan dan juga perlu sinergis semua pihak," kata Prof Marwan.

Selain itu, menurut Marwan, pemimpin Aceh juga harus memiliki nilai tawar yang tinggi. Seperti cakap dalam berkomunikasi, baik dengan masyarakat maupun dengan pihak lain.

"Nilai tawar tentu ada, cuma sejauh mana. Semua punya potensi, kita harap semua (gubernur) perlu dikedepankan dan disampaikan ke masyarakat,” ujarnya.

Prof Marwan menekankan pentingnya fokus gubernur pada visi dan misi yang telah disusun serta peraturan yang sudah dibuat. Selain itu, peningkatan kualitas pendidikan menjadi perhatian utama.

"Bagaimana kita meningkatkan kualitasnya, sekolahnya, gurunya, soal pendidikan bukan hanya di sekolah itu juga lingkungan juga harus mendukung,” sebutnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya