Berita

Pekerja kurir Pos Indonesia/Net

Bisnis

Pos Indonesia Bakal Ganti Pekerja dengan Robot, Sejumlah Karyawan Diminta Pensiun Dini

KAMIS, 13 JUNI 2024 | 17:17 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

PT Pos Indonesia bakal melakukan transformasi dalam bisnis pengirimannya, dengan menginvestasikan dana untuk teknologi robotik dan digitalisasi.

Imbas dari langkah yang diambil di tengah melesatnya perkembangan teknologi itu, Pos Indonesia dikabarkan akan melakukan pemecatan kepada karyawannya, dan mengganti pekerja dengan robot.

Direktur Utama PT Pos Indonesia, Faizal Rochmad Djoemadi menjelaskan bahwa saat ini terdapat lebih dari 1.000 karyawan mereka yang akan pensiun, beberapa di antaranya terpaksa diminta untuk pensiun dini dalam waktu dekat.


"Mungkin ya terpaksa jadi kita akan tawarkan pensiun dini kepada karyawan yang terkena dampak dari otomatisasi dan digitalisasi. (PHK) nggak nggak masif, itu kan bertahap kira-kira seperti itu," kata Faizal, dikutip Kamis (13/6).

Adapun inovasi yang dilakukan Pos Indonesia sendiri dilakukan perusahaan pelat merah itu untuk mengurangi biaya tetap (fixed cost) , seperti gaji karyawan yang memakan biaya besar.

“Penggunaan robotik dan digitalisasi kita perluas, supaya apa, dengan robot kan lebih efisien, kerja 24 jam, tidak ada salah sortir karena human error, tidak ada rusak karena barang dilempar-lempar," ungkapnya.

"Bagian processing di Surabaya dan Jakarta kita sudah menggunakan robotik,"jelasnya.

Lebih lanjut, Faizal berjanji bahwa PHK massal ini akan dilakukan secara bertahap dan perusahaan akan mengganti karyawan dengan merekrut sekitar 10 persen saja atau sekitar 100 sampai 150 karyawan baru.

"Sekitar 100-150 orang saja, kita rekrut langsung yang sarjana, sedangkan yang karyawan seperti jaga loket, yang antar kita ganti dengan kemitraan. Jadi polanya bukan karyawan tetap atau karyawan kontrak, tapi melalui kemitraan, sangat efektif dan itu yang menyelamatkan kita," ucapnya.

Dikatakan Faizal, posisi pertama yang akan menghadapi PHK yaitu petugas sortir, di mana nantinya sistem kerja sortir manual akan digantikan oleh robot, sebagai bagian dari upaya perusahaan meningkatkan efisiensi dan digitalisasi perusahaan.

Dengan perubahan bisnis tersebut, Dirut Pos Indonesia itu juga memproyeksikan bahwa pendapatan perusahaan untuk tahun buku 2024 diyakini tidak akan sebaik seperti tahun sebelumnya, karena mereka membutuhkan anggaran besar untuk investasi di sektor IT dan robotika.

Ia pun menargetkan laba bersih sekitar Rp300 miliar di tahun 2024 ini. Angka itu jauh lebih rendah dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya yang mencapai Rp650 miliar.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Jepang Akui Otonomi Sahara Solusi Paling Realistis

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:21

Pencanangan HUT Jakarta Bawa Mimpi Besar Jadi Kota Global

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:02

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah Jadi 4 Kategori, Ini Daftarnya

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:40

Kritik Amien Rais Dinilai Bermuatan Panggung Politik

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:30

Pramono Optimistis Persija Menang Lawan Persib

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:18

Putin Klaim Perang Ukraina Segera Berakhir, Siap Temui Zelensky untuk Damai

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:10

JK Negarawan, Pemersatu Bangsa, dan Arsitek Perdamaian Nasional yang Patut Dihormati

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:48

BMKG-BNPB Lakukan OMC Kendalikan Potensi Karhutla di Sumsel

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:41

Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Tanpa Sepengetahuan Irak

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:23

KPK Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Anggota BPK Haerul Saleh

Minggu, 10 Mei 2026 | 09:44

Selengkapnya