Berita

Pos Indonesia/Net

Bisnis

Dua Strategi Ini Digunakan PosIND untuk Hadapi Tantangan Industri Logistik

KAMIS, 13 JUNI 2024 | 11:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Transformasi dan inovasi menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan industri logistik di Indonesia.

Direktur Utama Pos Indonesia atau PosIND Faizal Rochmad Djoemadi menegaskan bahwa PonIND mengedepankan dua strategi tersebut.

Ia kemudian menguraikan bahwa ada enam faktor yang dibutuhkan untuk mengukur kesuksesan strategi tersebut, yang disingkat ACEP; yaitu Adaptability (adaptif), Cost Leadership (meminimalkan pengeluaran), Customer Satisfaction (kepuasan pelanggan), Competitiveness (daya saing), Employee Satisfaction (kepuasan kerja), dan Productivity (produktivitas)


"Jadi transformasi dan inovasi itu saya ukur dengan enam key success factor sehingga dari bulan ke bulan saya memperbaikinya," ujar Faizal di Jakarta, dikutip Kamis (13/6).

Faktor adaptasi diukur berdasarkan seberapa baik layanan PosIND disukai masyarakat sehingga meningkatkan volume layanan. Untuk meminimalkan pengeluaran, dilihat berdasarkan seberapa besar perubahan yang dilakukan dapat mengurangi biaya tetap atau fixed cost.

Lalu untuk kepuasan pelanggan, parameter yang digunakan adalah seberapa puas pelanggan menikmati layanan PosIND.

Sementara untuk faktor daya saing atau competitiveness, dilihat market share-nya meningkat setelah produknya diperbarui. Layanannya diperbaiki, apakah volume penjualannya naik," kata Faizal.

Faktor kepuasan kerja juga menjadi prioritas dalam bertransformasi. Faizal menyampaikan, karyawan yang dapat memberikan pelayanan dengan baik, akan membuat pelanggan merasa puas.

Dari sisi produktivitas, Faizal memastikan agar perusahaan dapat bekerja dengan efisien dan efektif.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya