Berita

Golkar Surabaya mengumpulkan kader demi mememangkan pasangan Khofifah-Emil pada Pilgub Jatim 2024/RMOLJatim

Politik

Kader Golkar Surabaya Diinstruksikan Sosialisasikan Khofifah-Emil ke Masyarakat

RABU, 12 JUNI 2024 | 03:25 WIB

Tidak ingin sekedar menjadi penggembira dalam pelaksanaan Pilkada serentak 2024, Partai Golkar Kota Surabaya terus melakukan konsolidasi.

Hal ini dilakukan dalam rangka memanaskan mesin politik partai agar mampu berperan aktif dalam mengantarkan pasangan calon yang telah direkomendasikan oleh DPP Partai Golkar mampu memenangkan hati masyarakat pada 27 November 2024 mendatang.

Hal ini dikatakan Ketua DPD Partai Golkar Kota Surabaya, Arif Fathoni, saat menggelar konsolidasi dengan seluruh Ketua Pimpinan Kelurahan dan Ketua Pimpinan Kecamatan Partai Golkar se-Kota Surabaya, Senin malam (10/6).


Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya ini mengatakan, sesuai dengan perintah Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, M Sarmudji, bahwa Golkar dalam menyongsong Pilkada 2024 ingin menjadi bagian dari pemenang. Karena dengan mengusung paslon yang akan memenangkan hati masyarakat, maka Golkar bisa mengartikulasikan perjuangan dan doktrin karya kekaryaan untuk kesejahteraan masyarakat.

“Pak Sarmudji menekankan, bahwa penentuan rekomendasi pasangan calon harus berbasis rasionalitas, ditunjang dengan mesin partai yang efektif. Untuk itu pascasilaturahim Bu Khofifah dan Mas Emil ke kantor Golkar Jawa Timur, kami langsung konsolidasi dengan seluruh mesin Partai Golkar di Surabaya untuk mengambil inisiatif mensosialisasikan lebih awal figur Bu KIP dan Mas Emil ke masyarakat Surabaya," tutur Toni, sapaan Arif Fathoni, diwartakan Kantor Berita RMOLJatim, Selasa (11/6).

Toni menambahkan, pihaknya juga menginstruksikan kepada segenap Ketua Pimpinan Kelurahan dan Pimpinan Kecamatan Partai Golkar se-Kota Surabaya untuk berkolaborasi aktif dengan relawan Prabowo Gibran dan relawan KIP Emil yang ada di wilayah masing-masing. Sehingga memiliki frekuensi dan gerak pemenangan yang sinergis, dan kerja-kerja politik menyenangkan hati masyarakat bisa terlaksana dengan baik.

“Golkar Surabaya ingin menjadi bagian aktif dalam upaya memenangkan pasangan calon Bu Khofifah dan Mas Emil di Surabaya agar keberlanjutan kemaslahatan warga Jawa Timur dapat tercipta. Kebijakan Bu Khofifah dan Mas Emil selama ini di Jawa Timur sudah berjalan dengan baik, kita tidak ingin masyarakat Jawa Timur diberikan alternatif pemimpin yang hanya sekedar coba-coba atau otak atik gatuk kepentingan syahwat politik pihak tertentu,” paparnya.

Ketika disinggung mengenai Pilwalkot Surabaya, Toni menyebut pihaknya masih menunggu rajutan koalisi yang saat ini sedang dilakukan oleh DPD Partai Golkar Jawa Timur dan DPP Partai Golkar.

“Kami yakin keputusan terbaik akan segera diberikan untuk masyarakat Surabaya, namun diharapkan paslon yang akan diusung di Surabaya bisa terkoneksi secara personal dengan Bu KIP dan Mas Emil, agar ada kemudahan dalam gerak pemenangan di kota Surabaya, karena pelaksanaan pemilukada berlangsung secara serentak, ” tegasnya.

Lanjut Toni, dalam waktu dekat, pihaknya juga akan menggelar konsolidasi dengan partai yang telah memberikan rekomendasi kepada pasangan Khofifah-Emil, agar dapat merumuskan desain strategi taktis pemenangan di Kota Surabaya.

“Dulu dalam pemilukada tahun 2018, Bu KIP dan Mas Emil menang di Kota Surabaya, mudah-mudahan atas seizin Allah dan masyarakat Surabaya, kami bisa menjadi bagian yang akan mengulang kemenangan itu,” pungkasnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Febrie Adriansyah Resmi Ajukan Gugatan Praperadilan ke PN Jaksel

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:27

Menko Polkam: Aktivitas Masyarakat Tetap Normal, Pasar dan Mal Ramai

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:26

Gelombang Reshuffle Berlanjut, Zelensky Pecat Dubes Ukraina untuk AS

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:22

Harga Garam Brebes Anjlok saat Panen Raya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:16

Kelakuan SPPG di Ketapang: Rumah Wartawan Dikepung, Istrinya Diintimidasi

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:02

Situasi di Dalam Negeri Sangat-sangat Mantap

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:52

Laba Tergerus, Saham Lufthansa Anjlok 8 Persen

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:51

Kepemilikan Aset Tak Wajar Jadi Indikator Awal Pencucian Uang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:40

Api Membakar Lahan, Seorang Ayah Tak Pernah Pulang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:31

Koperasi Merah Putih Dinilai Jadi Penentu Implementasi Pasal 33 UUD 1945

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya