Berita

Politisi Partai Demokrat, Jansen Sitindaon/RMOL

Politik

Jansen Berharap Pemerintahan Prabowo Berantas Judi Online

SELASA, 11 JUNI 2024 | 13:22 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kasus Polwan membakar hidup-hidup sang suami yang juga polisi di Mojokerto, Jawa Timur, dan diduga akibat kecanduan judi online, mendapat tanggapan politisi Partai Demokrat, Jansen Sitindaon.

Dia mendesak agar judi online segera diberantas, karena membuat kemiskinan bertambah, kejahatan meningkat, dan tak sedikit rumah tangga di Indonesia berantakan.

"Mungkin sekarang ada jutaan keluarga di Indonesia yang sudah rusak karena judi online," kata Jansen, seperti dikutip redaksi Kantor Berita Politik RMOL, melalui akun X miliknya, Selasa (11/6).


Selain sudah sangat merusak, judi online juga membuat uang di dalam negeri lari ke luar, karena berbentuk digital.

"Kalau memang tidak bisa diberesi, lebih baik dilegalkan saja sekalian. Biar bisa dibuat, diatur regulasinya. Misalnya depo minimal harus 1 juta, dan negara juga dapat pemasukan," saran Jansen.

Meski begitu, dia masih berharap masalah judi online cepat dituntaskan. Dia juga menaruh harapan besar kepada presiden terpilih, Prabowo Subianto, agar kelak judi online menjadi prioritas untuk diberangus.

"Pak Prabowo, judi online ini jadi prioritas untuk diberantas segera, pak. Termasuk para pelindungnya diberantas sekalian pak Prabowo," pinta Jansen.

"Kalau mau cari uang tambahan biar sajalah jadi backing tambang, rumah hiburan dan lain-lain. Tapi jangan judi dan narkoba! Karena dua itu merusak sampai ke dalam rumah tangga Indonesia pak," pungkasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Muktamar NU Turut Gerakan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:22

Puan Anggap Santai Ocehan Budi Arie soal Percepatan Pemilu

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:11

Ada Angka Favorit Prabowo di Balik Muktamar NU

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:09

Bisnis Makin Kompleks, Profesi PPGA Disiapkan untuk Kelola Risiko Kebijakan dan Politik

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

Prabowo Tiba di Lokasi Muktamar ke-35 NU, Disambut Rais 'Aam hingga Gus Yahya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

LKPP 2025 Kembali Raih WTP ke-10 Sejak 2016, Ini Catatan Purbaya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:54

Menkop Ingin Koperasi dan Pariwisata Kerek Ekonomi Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

IPW Minta Dugaan Penipuan Rp58,5 Miliar Libatkan Perwira Polri Diuji Profesional

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

KPK Panggil Mantan Pj Bupati Muara Enim Hingga Petinggi Swasta di Kasus Suap Edison

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:46

Jangan Sampai UU Perampasan Aset Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:43

Selengkapnya