Berita

Pertemuan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang dengan manajemen Turki SANKO Holding di Ankara, Turki/Net

Bisnis

Menperin: SANKO Holding Turki Sambut Baik Ajakan Kerja Sama Bidang Energi dan Mamin

SENIN, 10 JUNI 2024 | 09:26 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

  SANKO Holding, konglomerasi manufaktur terbesar di Turki, yang dikenal secara global sebagai penghasil tekstil hingga produsen energi terbarukan, menjadi salah satu yang dibidik Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk memperluas cakupan bisnisnya di Indonesia.

SANKO Holding memiliki belasan ribu tenaga kerja dan beroperasi di 11 sektor berbeda. Selama ini, perusahaan tersebut mengekspor produknya ke lebih dari 100 negara.

Sektor-sektor unggulan dari SANKO Holding meliputi industri tekstil, pengemasan, energi, konstruksi, semen dan bangunan, serta real estate.


Di bidang tekstil, SANKO Textile merupakan salah satu pemimpin global dalam produksi benang dan kain.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bahwa SANKO menyambut baik tawaran tersebut dan akan membicarakannya lebih lanjut.

Pembahasan mengenai perluasan cakupan bisnis ini dilakukan saat Menperin Agus melakukan pertemuan dengan pengusaha Turki saat kunjungan kerjanya pada 4-5 Juni 2024.

Menperin juga mengajak SANKO memperluas bisnis ke sektor mamin, yakni dengan melakukan investasi ke industri pengolahan tuna dan galangan kapal.

Hal ini mengingat SANKO akan mengembangkan budidaya tuna di Biak, Papua, serta membuat kapal pengolah tuna di Indonesia.

Sedangkan perluasan investasi ke sektor energi, Menperin mengundang anak perusahaan SANKO, yakni SANKO Energy, untuk berinvestasi di bidang Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang saat ini memiliki tingkat utilisasi rendah.

SANKO Energy saat ini telah memiliki sejumlah pembangkit listrik dari hydroelectric, angin dan panas bumi dengan kapasitas terpasang sebesar 1.000 megawatt (MW).

"Terdapat sekitar 69 bendungan di Indonesia yang belum termanfaatkan secara optimal, sehingga menjadi peluang yang bisa dimanfaatkan SANKO Holding untuk mengembangkan lini energinya di Indonesia," kata Menperin.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya