Berita

Jemaah haji Indonesia. Ilustrasi/Net

Bisnis

BPKH Limited Kelola Hotel di Arab Saudi, Tampung 10 Ribu Jemaah Indonesia

MINGGU, 09 JUNI 2024 | 09:52 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Anak perusahaan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), BPKH Limited, bakal mengelola sejumlah hotel di Arab Saudi, mampu melayani hingga 10 ribu jemaah haji Indonesia, mulai tahun depan.

Menurut Direktur BPKH Limited, Sidiq Haryono, saat ini pihaknya tengah memprioritaskan investasi pada akomodasi, agar ke depan tidak lagi menjadi konsumen di Tanah Suci.

"Pengelolaan atas hotel jadi prioritas utama dari BPKH Limited, bagaimana bisa menciptakan price control. Bayangkan, setiap tahun kita butuh hotel, sementara harga hotel terus naik. Kalau tidak investasi, kita hanya konsumen. Dan itu sangat rentan bagi sustainabilitas keuangan haji," kata Sidiq, lewat keterangan tertulis, di Jakarta, Minggu (9/6).


Menurutnya, pengelolaan hotel di Arab Saudi akan dilakukan bertahap mulai tahun depan. Namun dia menargetkan mampu memenuhi kebutuhan 10 persen dari komponen biaya akomodasi hotel.

"Saat ini ada 170 hotel di Makkah, kami berharap tahun depan bisa memiliki hotel yang dikelola sendiri oleh BPKH Limited, dengan kapasitas 10 ribu jemaah haji," katanya.

Model bisnis perhotelan yang diterapkan BPKH Limited, kata Sidiq, berupa kontrak jangka panjang dengan pihak hotel selama musim haji, sehingga pengelolaan gedung dan manajemen dikelola oleh BPKH Limited.

"Bangunan itu kita kelola sendiri, dengan operator, manajemen, kita kelola sendiri, sehingga bisa menciptakan hotel yang berkuasa untuk warga Indonesia, dan benefitnya juga bagus, ditambah nilai investasinya masih acceptable, masih memungkinkan," tuturnya.

Menurut Sidiq, pihaknya tidak membangun hotel di Arab Saudi, karena biayanya sangat mahal. Perundangan-undangan di Arab Saudi juga tidak memungkinkan. Untuk itu pihaknya memilih kontrak jangka panjang, bergantung pada kapasitas hotel.

"Nah ini tergantung kapasitas. Saat ini yang digunakan Kemenag ada hotel dengan kapasitas 1.000 kamar tidur per hotel, berarti kita sewa 10 hotel. Tapi kalau ada hotel kapasitas 2.000 atau bahkan 5.000, berarti cukup dua atau tiga hotel saja," pungkasnya.

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya