Berita

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)/Ist

Politik

AHY: Kita Harus Rumuskan Roadmap Menuju Indonesia Emas 2045

SABTU, 08 JUNI 2024 | 19:48 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Visi Indonesia Emas 2045 sering didiskusikan di ruang publik. Tapi ide itu seringkali belum diperkuat dengan penjelasan bagaimana strategi untuk mencapainya.

Hal itulah yang menjadi fokus utama penelitian doktoral Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur.

“Kita harus harus paham apa potensi kita, sektor strategis apa yang harus kita prioritaskan, agar kita bisa menentukan roadmap pembangunan untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045,” kata AHY dalam keterangan tertulis, Sabtu (8/6).


Untuk membedah gagasan dalam disertasi itu, AHY melakukan pengambilan data penelitian dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) di daerah Jakarta Selatan pada Rabu (5/6).

Pada kesempatan itu, AHY fokus mendengarkan dan mencatat poin-poin penting dan berbagai pandangan konstruktif dari para narasumber yang berasal dari kalangan akademisi, praktisi dunia industri, pengusaha, anggota legislatif, dan para pejabat tinggi sejumlah kementerian terkait.

Menteri Pendidikan periode 2009-2014 Mohammad Nuh yang ikut menjadi narasumber di FGD ini menjelaskan, mengapa Visi Indonesia Emas harus terwujud 2045.

"Itu bukan hanya momentum 100 tahun kemerdekaan, tetapi karena ketemunya tiga hal, yang 20 tahun lalu nggak ketemu tiga hal ini," kata Nuh.

Momentum yang dimaksud Nuh adalah momentum 1 abad Indonesia, dan bersatunya modal yaitu bonus demografi dan opportunity pergeseran kekuatan dunia ke Asia.

"Oleh karena itu Pak AHY, kebutuhan kepemimpinan yang transformasional, yang Pak AHY teliti sekarang itu tepat, karena kalau meleset bisa nggak ketemu lagi tiga hal itu," tuturnya.

Apalagi, kata Nuh lagi, AHY bukan sekedar akademisi, tapi punya bobot politik yang kuat.

"Jadi kalau yang menyuarakan Indonesia Emas itu orang yang memiliki basis akademik yang kuat dan punya dampak politik yang kuat, itu sangat pas," pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Persib Naik Peringkat Usai Tahan Imbang Dewa United

Senin, 12 Oktober 2026 | 02:20

Menata Kembali Pendidikan Kita

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:58

Koperasi di Bima Sukses Produksi Garam Merah Putih

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:35

Golkar Perkenalkan Sistem Dapil Nasional, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:15

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Paradoks Kebijakan Pertahanan Negara

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:48

Baintelkam Polri Alami Perombakan di Era Suyudi

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:20

Taruna Merah Putih Gelar Taman Talks Kupas Masa Depan Kerja di Era AI

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:45

Polemik Revitalisasi Taman Coatesville, Warga Protes Bangunan 480 Meter Persegi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:33

Pangandaran Run 2026 Rajut Kebersamaan TNI dan Rakyat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:18

Manggala Agni Turun Tangan Padamkan Karhutla yang Mendekati Permukiman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:07

Selengkapnya