Berita

Direktur Eksekutif National Maritime Institute (Namarin) Siswanto Rusdi

Politik

Namarin: Menko Polhukam Jangan Asal Bicara soal Coast Guard

KAMIS, 06 JUNI 2024 | 03:43 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Dalam rapat kerja bersama dengan Pansus DPR pada Senin (3/6) lalu,  Menko Polhukam Hadi Tjahjanto mengusulkan kepada agar RUU Kelautan dapat memberikan kewenangan penuh bagi Badan Keamanan Laut (Bakamla) sebagai Indonesia Coast Guard.

Hadi menyebut penetapan Bakamla sebagai Indonesia Coast Guard merupakan arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak 2014.

Menanggapi itu, Direktur Eksekutif National Maritime Institute (Namarin) Siswanto Rusdi meminta pemerintah, khususnya Kemenko Polhukam tidak gegabah dalam merumuskan coast guard.


Di lain sisi, Siswanto menjelaskan poin penjaga laut dan pantai juga tengah diperkuat dalam revisi UU Pelayaran.

“Jadi Menko Polhukam jangan asal bicara soal coast guard. Sejak dulu ada dualisme coast guard kita. Satu mengacu pada UU Pelayaran, di situ ada KPLP (Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai) dan (satunya) mengacu UU Kelautan, di situ ada Bakamla,” ujar Siswanto dalam keterangannya, Rabu malam (5/6).

Pengamat maritim yang dikenal kritis ini menghendaki agar dualisme itu diakhir dengan membentuk regulasi baru agar terwujud coast guard yang ideal bagi Indonesia.

“Jadi kalau hanya bicara Bakamla dan UU Kelautan dalam membentuk coast guard, pasti terus terjadi dualisme. Sebaiknya masing-masing dilepas dulu dari cangkangnya (cantolan UU), baru kemudian dibentuk regulasi baru tentang coast guard,” jelasnya.   

Sebelumnya, dalam rapat kerja di DPR, Hadi masih menitikberatkan hanya pada UU Kelautan sebagai cantolan coast guard.

“Berdasarkan arahan Bapak Presiden sejak tahun 2014, Bakamla disiapkan sebagai embrio coast guard dan menugaskan Menko Polhukam untuk melakukan harmonisasi regulasinya agar Bakamla menjadi Indonesia Coast Guard. Diharapkan tidak ada lagi kesan dualisme coast guard di Indonesia, maka perlu menegaskan posisi badan atau entity baru tersebut sebagai Coast Guard Indonesia dalam Undang-undang (Kelautan) ini," jelas Hadi.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya