Berita

Geopark Kebumen/Net

Nusantara

Geopark Kebumen Bakal Disambangi Tim Asesor UNESCO

KAMIS, 06 JUNI 2024 | 02:54 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Tim Asesor dari UNESCO Global Geopark direncanakan akan mendatangi lokasi Geopark Kebumen.

Mereka akan melakukan asesmen dan validasi pada situs warisan geologi, keanekaragaman hayati, dan warisan budaya di Kebumen yang mencakup 22 kecamatan.

Kunjungan ini menjadi penentu apakah Geopark Kebumen layak untuk lolos seleksi UNESCO Global Geopark (UGGp).


General Manager Badan Pengelola (BP) Geopark Kebumen, Sigit Tri Prabowo, menjelaskan bahwa asesor yang akan datang ke Kebumen berasal dari Jerman dan China.

"Asesor akan menilai empat geopark di Indonesia yang diajukan ke UNESCO. Dua merupakan new comer, yaitu Geopark Kebumen dan Geopark Meratus. Dua lainnya revalidasi status yakni Geopark Belitung dan Geopark Batur. Untuk Geopark Kebumen rencananya antara tanggal 20–30 Juli 2024," kata Sigit Tri Prabowo,dikutip Kantor Berita RMOLJateng, Rabu (5/6).

Ada pun yang dinilai secara umum oleh asesor adalah tata kelola, warisan geologi, visibilitas/akses informasi, dan kerjasama/networking.

"Biasanya validasi pertama akan cukup besar porsinya di warisan geologi. Yang dinilai bukan batuannya, tapi bagaimana geopark tersebut mengelola warisan geologi dan keterlibatan masyarakat sekitar. Kira-kira itu yang akan dinilai," jelasnya.

Lanjut Sigit, tim tersebut akan melakukan kegiatannya selama tiga hari. Asesor akan mengunjungi 23 titik (geo site, bio site, dan cultural site) serta bertemu masyarakat setempat.

Selanjutnya, akan ada sesi tanya jawab oleh asesor kepada warga, sementara General Manager BP Geopark Kebumen dan ahli geologi yang mendampingi tidak boleh berperan aktif, namun hanya membantu jika diminta oleh asesor.

"Sampai sejauh ini kita sudah on the track menuju asesmen itu. Teman-teman BP Geopark Kebumen juga sudah dibagi menjadi beberapa tim yang masing-masingnya membawahi sekitar 6-7 site (situs-red)," jelasnya lagi.

Dia optimis nantinya Geopark Kebumen naik kelas menjadi UGGp. Alasannya, karena dukungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen juga respon teman-teman lokal di geo site.

Hal ini sekaligus menjawab rekomendasi atau pekerjaan rumah saat pra asesmen lalu.

"Bulan Juli besok akan dinilai, bulan Agustus asesor menyerahkan nilai ke UNESCO, lalu bulan September akan sidang penentuan. Apakah masuk atau tidak. Jika masuk, tahun depan baru penyerahan sertifikat sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp) di Chile," ungkap dia.

Adapun nilai manfaat dengan naik kelasnya Geopark Kebumen menjadi UGGp ujungnya adalah kesejahteraan masyarakat Kebumen. Dengan banyaknya kunjungan dari luar tentunya akan memberi efek berganda (multiplier effect).

Sigit menambahkan bahwa rencananya pada awal Juli nanti Bupati Arif Sugiyanto akan menjadi pembicara dalam Geotourism Festival And International Conference 2024 di Lombok. Tema yang diangkat yakni dukungan pemerintah daerah terhadap UGGp yang ingin bergabung.

Dengan adanya target pemerintah Indonesia untuk menambah dua geopark menjadi UGGp, Sigit berharap semoga Geopark Kebumen menjadi UGGp ke-11 di Indonesia.

"Harapan kami ke depan makin banyak desa-desa yang menjadi tuan rumah di tempatnya sendiri. Kami BP Geopark menawarkan, mempromosikan, dan menjual. Yang mengelola teman-teman lokal. Jadi BP Geopark Kebumen bukan biro wisata baru," pungkas Sigit.

Populer

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

UPDATE

Program Kurban Presiden dari APBN Punya Dampak Sosial dan Ekonomi

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:20

Isu Penutupan Gerai Alfamart-Indomaret Tak Terkait dengan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:11

Belum Hari Kemerdekaan, Rupiah Sudah di Atas Rp17.845 per Dolar AS

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:10

Bantuan Kurban Presiden dari APBN Lebih Tepat Disebut Program Sosial

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:06

Guru Berhak Dapat Kehidupan Layak Sesuai Pasal 27 UUD 1945

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:02

Iduladha di KBRI Madrid Jadi Obat Rindu Diaspora pada Masakan Indonesia

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:57

Pimpin Kurban Presiden dan Wapres di Istiqlal, Nasaruddin Umar: InsyaAllah Aman dan Sesuai Syariat

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:48

Harga Emas Antam Ambruk Rp31.000, Turun ke Rp2,75 Juta per Gram

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:40

Tak Boleh Asal Sembelih, Ini Standar Kurban Ketat di Istiqlal

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:26

Pemerintah Kejar Net Zero Emission Lewat Proyek Panas Bumi

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:23

Selengkapnya