Berita

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto/Net

Publika

Nilai Kemanusiaan dan Patriotisme Prabowo terhadap Perdamaian Palestina

OLEH: RASMINTO*
RABU, 05 JUNI 2024 | 13:19 WIB

“Nasionalisme harus seimbang dengan kemanusiaan, sedangkan patriotisme harus dilunakkan dengan kebijaksanaan dan penghormatan terhadap semua warga dunia”.

KALIMAT di atas merupakan penggalan pidato Menhan Prabowo Subianto di forum Shangri-La Dialogue 2024, yang patut kita apresiasi. Adapun acara forum Shangri-La Dialogue 2024 dilaksanakan di Hotel Shangri-La, Singapura ini merupakan forum tahunan bergengsi yang dihadiri oleh para pemimpin dan pejabat tinggi pertahanan dari berbagai negara.
 
Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan dan Presiden Indonesia terpilih, telah menunjukkan komitmen yang mendalam terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan dan patriotisme melalui dukungannya untuk bangsa Palestina.


Dalam berbagai kesempatan, Prabowo menekankan pentingnya solidaritas internasional dan keadilan bagi rakyat Palestina yang telah lama menderita akibat konflik berkepanjangan.

Sikap ini tidak hanya mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan yang dijunjung tinggi oleh bangsa Indonesia, tetapi juga menunjukkan tekad Prabowo untuk mewujudkan perdamaian dan stabilitas di kawasan Timur Tengah.

Pidato Prabowo di forum Shangri-La Dialogue 2024 menjadi salah satu contoh nyata dari komitmennya. Di sana, Prabowo menegaskan bahwa nasionalisme harus seimbang dengan kemanusiaan, dan patriotisme harus dilunakkan dengan kebijaksanaan serta penghormatan terhadap semua warga dunia.

Prabowo menyatakan dukungan penuh untuk kemerdekaan dan kedaulatan Palestina, serta mengutuk kekerasan yang menimpa rakyat sipil yang tidak bersalah.

Selain itu, Prabowo menegaskan kesiapan Indonesia untuk mengirimkan pasukan perdamaian dan menyediakan bantuan medis bagi korban perang, termasuk evakuasi hingga 1.000 pasien yang memerlukan perawatan darurat.

Dukungan Prabowo untuk Palestina juga mencerminkan semangat patriotisme yang mengedepankan perdamaian dan keadilan sebagai landasan utama kebijakan luar negeri Indonesia.

Dengan mendesak gencatan senjata dan menawarkan bantuan kemanusiaan, Prabowo memperlihatkan bahwa Indonesia tidak hanya berkomitmen terhadap kesejahteraan warganya sendiri, tetapi juga terhadap penderitaan yang dialami oleh bangsa lain.

Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa patriotisme sejati melibatkan aksi nyata untuk mendukung keadilan global dan memperjuangkan hak asasi manusia di mana pun mereka berada.

Tentunya, hal ini dianggap sebagai langkah konkret Indonesia yang dapat membantu mengurangi ketegangan konflik Israel-Palestina serta memberikan perlindungan kepada warga sipil yang terdampak.

Bantuan kemanusiaan seperti evakuasi dan perawatan korban perang menjadi sangat penting, mengingat situasi yang semakin memburuk dan banyaknya korban yang membutuhkan penanganan medis segera.

Berdasarkan data dari Al Jazeera per 1 Juni 2024, sejumlah 36.284 warga Palestina tewas terbunuh militer Israel, di mana sekitar 15.000 di antaranya merupakan korban anak-anak, dan sebanyak 82.057 lainnya terluka.

Sehingga, dukungan Indonesia ini juga mencerminkan semangat solidaritas dan kemanusiaan yang tinggi, selaras dengan nilai-nilai yang dijunjung oleh masyarakat Indonesia, terutama sesuai amanat Pembukaan UUD 1945 alinea pertama yang berbunyi “Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”.

Komitmen Prabowo ini bisa menjadi inspirasi bagi negara-negara lain untuk mengambil tindakan serupa dalam rangka menciptakan perdamaian dunia. Selain itu, inisiatif ini juga bisa menjadi alat diplomasi yang efektif bagi Indonesia, memperkuat peran serta pengaruhnya di kancah internasional.

Dengan langkah-langkah nyata seperti ini, diharapkan bisa tercipta kondisi yang lebih stabil dan kedamaian bagi bangsa Palestina, serta mengurangi penderitaan yang dialami oleh warga sipil akibat konflik yang berkepanjangan.

Dukungan terhadap komitmen ini menunjukkan bahwa Indonesia siap berkontribusi aktif dalam upaya perdamaian global, sekaligus meneguhkan posisinya sebagai negara yang peduli terhadap kemanusiaan.

Dukungan Perdamaian Palestina Wujud Komitmen Nasional Bangsa Indonesia
 
Komitmen Indonesia dalam mewujudkan perdamaian, keamanan, dan stabilitas di Palestina merupakan manifestasi dari prinsip-prinsip dasar yang dianut oleh bangsa ini.

Sebagai negara yang menganut Pancasila, Indonesia secara konsisten mendukung perjuangan Palestina untuk meraih kemerdekaan dan kedaulatan penuh dan merupakan manifestasi dari cita-cita luhur yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.

Dalam Pembukaan UUD 1945 terutama pada alinea ke 4, secara tegas dinyatakan bahwa tujuan kemerdekaan Indonesia adalah "ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial."

Pernyataan ini menggarisbawahi peran Indonesia dalam mendukung perdamaian dan keadilan di tingkat global, termasuk di Palestina, yang telah lama berjuang untuk kemerdekaan dan kedaulatan penuh.

Menhan Prabowo juga menegaskan tentang solusi dua negara sebagai jalan terbaik bagi perdamaian Israel-Palestina yang menyatakan bahwa “Kami meyakini bahwa bersama dengan banyak negara lain di dunia saat ini, satu-satunya solusi nyata untuk perdamaian dan keamanan yang langgeng bagi Israel dan Palestina adalah solusi dua negara,” (Kompas.com, 2/6/2024).

Pernyataan tersebut menunjukkan komitmen Indonesia secara aktif terlibat dalam diplomasi internasional untuk mendukung perdamaian Israel-Palestina dalam “two-state solution”.  

Selain itu, pidato Prabowo juga menunjukan komitmen Indonesia untuk mewujudkan perdamaian di Palestina sesuai dengan Pembukaan UUD 1945 dan kebijakan luar negeri yang bebas dan aktif, sebagaimana pernyataan ini juga selaras dengan pernyataan Presiden Joko Widodo dalam pidato di Peringatan Hari Pancasila di Rokan Hulu Riau (1/6/2024) yang tegas menyatakan bahwa “Indonesia konsisten dengan politik bebas aktif, memperjuangkan kemerdekaan semua bangsa termasuk kemerdekaan Palestina dan termasuk memperjuangkan perdamaian dunia”.

Sehingga, diharapkan komitmen tersebut menjadi komitmen nasional bangsa Indonesia, guna menjadi sebuah langkah kebijakan yang memungkinkan Indonesia untuk memainkan peran yang lebih signifikan dan independen dalam memperjuangkan hakhak Palestina di kancah internasional.

Melalui diplomasi yang gigih dan bantuan kemanusiaan yang berkelanjutan, Indonesia akan dapat menunjukkan bahwa kita sebagai bangsa yang merindukan perdamaian dunia dengan upaya menciptakan perdamaian dan keadilan di Palestina merupakan bagian integral dari komitmen nasional untuk melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Dengan demikian, Indonesia terus berupaya menjadi bagian dari solusi untuk perdamaian yang berkelanjutan di Palestina.

*Penulis adalah Direktur Eksekutif Human Studies Institute dan Dosen Geografi Universitas Islam '45 (Unisma) Kota Bekasi

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

UPDATE

Dewan Kebon Sirih Tetap Godok Perda DKJ Meski Ibu Kota Belum Pindah

Senin, 18 Mei 2026 | 20:17

Pengamat: Kepemimpinan Buruk Awal Kerusakan Bangsa

Senin, 18 Mei 2026 | 20:02

Oktasari Sabil Raih Gelar Doktor di Malaysia

Senin, 18 Mei 2026 | 19:46

Pernyataan Prabowo soal Dolar Upaya Menenangkan Masyarakat

Senin, 18 Mei 2026 | 19:45

BSI Buka Kembali Scholarship untuk 5.250 Mahasiswa dan Pelajar

Senin, 18 Mei 2026 | 19:37

MPR Putuskan Lomba Ulang LCC Empat Pilar di Kalbar Batal

Senin, 18 Mei 2026 | 19:28

Prabowo Panggil Gubernur BI hingga Menkeu ke Istana, Ini yang Dibahas

Senin, 18 Mei 2026 | 19:15

Mantan ART Lapor ke DPR Pernah Dipukul Erin hingga Kepala Ditendang

Senin, 18 Mei 2026 | 19:08

Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat, OJK Jabar Dorong Frontliner Bank Ramah Disabilitas

Senin, 18 Mei 2026 | 19:00

DPR Tagih Janji BI soal Penguatan Rupiah Mulai Juni

Senin, 18 Mei 2026 | 18:55

Selengkapnya