Berita

Pemimpin Partai Kongres India Rahul Gandhi menyampaikan pidato pada konferensi pers di markas besar partai di New Delhi pada Selasa, 4 Juni 2024/Net

Global

Pemimpin Oposisi India Rahul Gandhi Kembali Terpilih Jadi Anggota Parlemen

RABU, 05 JUNI 2024 | 12:54 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemimpin oposisi terkemuka dari Partai Kongres, Rahul Gandhi terpilih kembali menjadi anggota parlemen India di dua tempat pencalonan.

Menurut undang-undang India, pencalonan Gandhi di dua kursi parlemen adalah sebuah strategi yang sah di mata hukum.

Mengutip AFP pada Rabu (5/6), Gandhi unggul 364.000 di daerah pemilihan selatan Wayanad dan 389.000 suara untuk kursi Rae Bareli di bagian utara negara itu.


Merespons kegagalan Partai Bharatiya Janata (BJP) yang dipimpin Perdana Menteri Narendra Modi untuk mendominasi suara, Gandhi  menyebut itu adalah sebuah hukuman.

"Para pemilih telah menghukum BJP. Saya yakin masyarakat negara ini akan memberikan respons yang tepat," ujarnya.

Koalisi Aliansi Demokratik Nasional (NDA) yang dipimpin BJP resmi memenangkan pemilihan umum India pada Selasa (4/6).

Hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum India menunjukkan NDA memenangkan 286 kursi, lebih banyak dari 272 kursi yang dibutuhkan untuk mendapatkan mayoritas di parlemen.

Kendati demikian, kali ini Partai BJP yang dipimpin Modi untuk pertama kalinya tidak mendapatkan mayoritas sendiri dengan hanya memperoleh 240 kursi, jauh lebih sedikit dari rekor 303 kursi yang dimenangkannya pada pemilu tahun 2019.

Direktur Program Asia Selatan di Carnegie Endowment for International Peace, Milan Vaishnav mengatakan hasil tersebut berarti Modi akan membutuhkan dukungan dari partai-partai lain dalam koalisinya untuk bisa kembali menjabat.

"BJP mungkin akan sangat bergantung pada niat baik sekutu-sekutunya, yang membuat mereka menjadi pemain penting yang kita perkirakan akan mengambil alih kekuasaan," ujarnya.

Meski kalah, koalisi oposisi INDIA memenangkan 225 kursi dan memimpin dalam lima kursi lainnya yang belum ditentukan pada Rabu pagi (5/6).

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggerebekan Pesantren

Senin, 02 November 2026 | 18:26

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

Senin, 02 November 2026 | 18:20

Gibran Ingatkan Ancaman Hoaks terhadap Kerukunan Masyarakat

Senin, 02 November 2026 | 18:06

Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

Senin, 02 November 2026 | 18:02

Program Kemenag Harus Sejalan dengan Visi-Misi Prabowo

Senin, 02 November 2026 | 17:41

Kemenhaj Rekrut Tenaga Pendukung untuk Urus Visa Haji 2027

Senin, 02 November 2026 | 17:34

Ahmad Doli Harap Pimpinan Parpol Segera Bertemu Bahas Gibran

Senin, 02 November 2026 | 17:31

Gibran Tetap Blusukan ke Daerah di Tengah Polemik Putusan MA dan MK

Senin, 02 November 2026 | 17:25

Kesejahteraan Rakyat di Daerah Tambang Nikel Harus jadi Perhatian Pemerintah

Senin, 02 November 2026 | 17:09

Cegah Kekerasan di Pesantren, Kemenag Buka Pelatihan Daring melalui MOOC Pintar

Senin, 02 November 2026 | 17:02

Selengkapnya