Berita

Mantan pengacara Syahrul Yasin Limpo,Febri Diansyah/RMOL

Hukum

Febri Diansyah Bantah Pengaruhi Saksi-saksi Kasus SYL

SENIN, 03 JUNI 2024 | 13:53 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Dipersoalkan hakim karena bertemu dengan saksi yang sudah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah berdalih untuk membuat legal opinion atau pendapat hukum.

Hal itu terungkap dalam persidangan kasus dugaan korupsi dengan terdakwa mantan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (3/6).

Febri diperiksa sebagai saksi dalam kapasitasnya sebagai Managing Partner Visi Law Office.


Awalnya, Hakim Ketua, Rianto Adam Pontoh menanyakan soal adanya pegawai Kementerian Pertanian (Kementan) yang sudah diperiksa KPK ketika Febri dan 7 kawannya menjadi kuasa hukum SYL, Muhammad Hatta dan Kasdi Subagyono sejak 15 Juni 2023.

"Apakah waktu pegawai di Kementerian Pertanian sudah diperiksa sebagai saksi, ada sebagian yang dimintai keterangan?" tanya Hakim Ketua Rianto, Senin siang (3/6).

Febri mengatakan bahwa sepengetahuannya sudah tidak ada lagi pegawai yang diperiksa ketika dirinya menjadi kuasa hukum SYL.

"Berarti sudah diperiksa semua mereka semua?" tanya Hakim Ketua Rianto.

"Kemungkinan seperti itu Yang Mulia," jawab Febri.

"Sudah diperiksa semuanya ya, termasuk Kasdi Subagyono dan Muhammad Hatta," tanya kembali Hakim Ketua Rianto.

"Dari informasi yang kami terima dari para klien demikian. Yang belum sempat memberikan keterangan Pak SYL saat itu," tutur Febri.

Hakim lantas menanyakan soal inisiatif Febri untuk menemui para pegawai Kementan yang sudah diperiksa KPK.

"Pada saat itu karena ada beberapa persoalan isu hukum yang disampaikan, kemudian kami tentu mengatakan mohon kami dibantu diberikan salinan-salinan dokumen atau keterangan-keterangan dari pihak-pihak yang mengetahui persoalan hukum tersebut," kata Febri.

"Nah dalam konteks itu lah kemudian kami melakukan semacam proses analisis secara hukum menyusun draf legal opinion atau pendapat hukum. Ada informasi dari dokumen-dokumen seingat saya lebih dari 20-an," sambungnya.

Tidak puas dengan jawaban Febri yang dianggap tidak menjawab pertanyaan, hakim lantas kembali menanyakan soal Febri temui saksi yang sudah diperiksa KPK.

"Pertanyaan saya, apakah saudara menemui ndak saksi-saksi yang sudah pernah diperiksa KPK. Itu yang saya tanyakan," tegas Hakim Ketua Rianto.

"Pada saat saya ketemu dengan Pak Kasdi, ada beberapa orang pegawai Kementan yang sudah ada di ruangan, dan kemudian mereka menyampaikan informasi yang mereka ketahui," kata Febri.

"Saya pada saat itu tidak mengetahui secara persis, tapi yang pasti saat itu karena kami meminta kan, siapa yang mengetahui persoalan-persoalan ini, maka dihadirkanlah beberapa orang yang pada saat kami datang mereka sudah," imbuhnya.

Masih tidak menjawab pertanyaan, hakim lantas mempersoalkan jika Febri menemui saksi-saksi yang sudah diperiksa KPK.

"Ada yang saya tidak ketahui, tapi kemudian ada yang saya ketahui itu sudah pernah dimintakan keterangan di penyelidikan," jawab Febri.

Febri lantas menegaskan bahwa dirinya tidak pernah ada upaya untuk mempengaruhi saksi yang sudah diperiksa KPK.

"Karena kami diminta oleh klien kami membuat pendapat hukum. Kalau kami membuat pendapat hukum dari isu-isu hukum itu, tentu kami butuh informasi-informasi apa adanya, dan itu kami tuangkan secara objektif dan apa adanya di draft pendapat hukum tersebut, begitu Yang Mulia," pungkas Febri.




Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Perpres Pelindungan Ojol Jangan Berhenti di Atas Kertas

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:29

Awasi Ketat Penggunaan Anggaran Operasi Modifikasi Cuaca

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:16

Sakelar Cahaya di Dalam Otak

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:04

Kartu Nikah Digital Bisa Diakses melalui Simkah, Ini Caranya!

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:44

Nusron Wahid Bikin KPK Tidak Berkutik

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:24

Dulu di Depok Banyak Maling dan Begal, Sekarang Aman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:08

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Puluhan Korban Investasi Emas Polisikan Direksi PT DGJ

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:33

Tragedi Affan dan Bambang Jangan Terulang

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:14

Selengkapnya